Pakuwon Jati Tunda Proyek IKN: Tunggu ASN Pindah, Biaya Membengkak 30%
Baca dalam 60 detik
- PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mengumumkan penyesuaian jadwal pembangunan superblok Pakuwon Nusantara di IKN, menunggu realokasi ASN sebagai indikator permintaan properti.
- Kenaikan nilai tukar dolar AS mendorong biaya konstruksi melonjak sekitar 30%, memaksa perseroan mengambil langkah konservatif sebelum melanjutkan pembangunan skala penuh.
- Proyek Pakuwon Mall Tahap 5 di luar IKN tetap berjalan dengan progres 30%, menandai strategi diversifikasi sambil mengamati perkembangan IKN.

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) memutuskan untuk memperlambat laju pembangunan superblok Pakuwon Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) sembari menunggu gelombang pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai akan menjadi motor permintaan properti di kawasan tersebut. Keputusan ini diumumkan melalui keterbukaan informasi pada akhir pekan lalu, menandai sikap hati-hati pengembang properti terkemuka di tengah ketidakpastian realokasi birokrasi dan tekanan biaya konstruksi.
Manajemen PWON menyatakan bahwa proyek yang berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) itu saat ini masih berada pada tahap awal, meliputi pekerjaan penyiapan lahan dan pengurusan perizinan. Perusahaan menegaskan bahwa jumlah ASN yang benar-benar menempati IKN akan menjadi acuan utama dalam menentukan kecepatan pembangunan. βProses pembangunan akan diselaraskan dengan tahapan pemindahan ASN, mengingat perseroan dalam mengembangkan properti senantiasa memperhatikan potensi pasar yang terbentuk,β demikian pernyataan resmi manajemen.
Selain faktor permintaan, PWON juga dihadapkan pada lonjakan biaya pembangunan yang signifikan. Manajemen mencatat bahwa biaya konstruksi saat ini lebih tinggi sekitar 30% dibandingkan perencanaan awal, terutama dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada harga material impor. Langkah penundaan ini, menurut analis properti, merupakan strategi umum di tengah volatilitas makroekonomi, namun juga menunjukkan bahwa realisasi IKN belum berjalan sesuai harapan awal.
Di sisi lain, PWON tetap melanjutkan proyek lain di luar IKN. Pakuwon Mall Tahap 5 dilaporkan telah mencapai progres 30%, dengan target topping off pada awal 2027 dan serah terima pada akhir tahun yang sama. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan masih optimistis terhadap pasar properti nasional, namun memilih pendekatan bertahap untuk proyek IKN yang sarat ketidakpastian.
Proyek Pakuwon Nusantara sendiri pertama kali diresmikan melalui seremoni groundbreaking yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo pada 1 November 2023. Rencana awal mencakup pusat perbelanjaan, kondominium, tiga hotel, dan ballroom, dengan menggandeng Marriott International sebagai operator hotel. Namun, dengan penyesuaian jadwal ini, pertanyaan mengenai kapan kawasan superblok tersebut benar-benar beroperasi masih menggantung, terutama jika pemindahan ASN tidak berjalan sesuai target pemerintah.
Bagi investor dan pelaku pasar properti Indonesia, keputusan PWON menjadi sinyal bahwa pengembang besar masih menunggu kepastian kebijakan dan realisasi fisik pemindahan ibu kota. Tanpa adanya gelombang permintaan yang jelas, proyek-proyek IKN berisiko mengalami penundaan lebih lanjut, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap prospek kawasan tersebut.



