Piala Dunia 2026: Inggris dan Portugal Berjuang di Hari Penentu Fase Grup
Baca dalam 60 detik
- Matchday 17 menjadi penutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan tiga grup masih memperebutkan tiket ke babak gugur.
- Inggris dan Portugal berada dalam posisi kritis untuk memastikan kelolosan, sementara Kolombia dan Argentina sudah aman.
- Persaingan di Grup L, K, dan J menyajikan skenario rumit yang bisa mengubah peta persaingan menuju babak 32 besar.

Fase grup Piala Dunia 2026 memasuki hari terakhir pada Sabtu, 27 Juni, dengan tiga grup masih menyisakan drama kelolosan. Inggris dan Portugal menjadi sorotan utama karena harus memastikan tempat di babak knockout di tengah persaingan ketat di Grup L dan K.
Di Grup L, Inggris, Ghana, dan Kroasia masih berpeluang merebut posisi dua besar. Inggris akan berhadapan dengan Panama yang sudah tersingkir, dan kemenangan sudah cukup untuk mengamankan puncak klasemen asalkan Ghana gagal mengalahkan Kroasia. Jika kedua tim sama-sama menang, selisih gol menjadi penentuโInggris unggul satu gol. Bila imbang, kriteria berikutnya adalah jumlah gol, peringkat fair play FIFA, dan peringkat dunia FIFA/Coca-Cola. Kroasia yang berada di posisi ketiga dengan tiga poin juga masih bisa memenangi grup jika hasil pertandingan lain berpihak.
Grup K menyajikan duel antara Portugal dan Kolombia yang sudah lolos. Kolombia hanya butuh hasil imbang untuk menjadi juara grup, sementara Portugal harus menang untuk merebut posisi teratas dan menghindari pertemuan dengan runner-up Grup L di Toronto. Skenario lain: jika Portugal imbang atau kalah, mereka tetap lolos sebagai runner-up asalkan Kongo DR gagal mengalahkan Uzbekistan. Kongo DR sendiri masih memiliki peluang tipis untuk finis kedua jika menang besar atas Uzbekistan dan Portugal kalah, dengan selisih gol sebagai penentu.
Grup J sudah dipastikan Argentina sebagai juara grup, sehingga laga antara Aljazair dan Austria menjadi penentu posisi kedua. Austria hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya sejak 1982. Sebaliknya, kemenangan bagi Aljazair akan membawa mereka ke Los Angeles untuk menghadapi juara Grup H. Argentina sendiri sudah bersiap menantang runner-up Grup H di Miami.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan ini memberikan gambaran tentang ketatnya level turnamen. Meski tidak ada wakil Asia Tenggara, skenario seperti perjuangan Portugal menunjukkan bahwa setiap pertandingan bisa mengubah nasib. Tim-tim seperti Ghana dan Kroasia juga mengingatkan pada perlawanan sengit yang kerap terjadi di Piala Dunia.
Pertanyaan besarnya: akankah Inggris dan Portugal mampu mengatasi tekanan dan melaju mulus, atau justru tersandung di hari penentu? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa jam ke depan, dan hasilnya akan menentukan peta persaingan menuju babak 32 besar.



