DPR Rampungkan Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery, John Herdman Punya Opsi Baru di Lini Depan
Baca dalam 60 detik
- DPR RI dijadwalkan mengesahkan naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery dalam sidang paripurna pekan depan, memperkuat Timnas Indonesia untuk Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup.
- Kedua pemain muda berusia 19 dan 20 tahun ini diharapkan menjadi alternatif lini serang, mengurangi ketergantungan pada Ole Romeny.
- PSSI menargetkan gelar juara di dua turnamen regional, mengingat Indonesia belum pernah menjuarai Piala AFF dalam enam kali penampilan final.

Proses naturalisasi dua pemain keturunan, Mitchell Baker dan Luke Vickery, memasuki tahap akhir setelah DPR RI memastikan pengesahan melalui sidang paripurna pekan depan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi PSSI memperkuat Timnas Indonesia menjelang dua turnamen besar: Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bersama pelatih John Herdman sebelumnya telah bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk membahas percepatan program naturalisasi. Kini, setelah melalui persetujuan Komisi X dan Komisi XIII DPR, kedua pemain tinggal menunggu keputusan presiden dan pengambilan sumpah. Menurut pengamat sepak bola Ronny Pangemanan, seluruh proses dijadwalkan rampung dalam waktu dekat, termasuk perpindahan federasi dari negara asal ke Indonesia.
Mitchell Baker, penyerang berusia 19 tahun yang bermain untuk Colorado Rapids di MLS, dan Luke Vickery, striker 20 tahun dari Macarthur FC di A-League Australia, diproyeksikan sebagai amunisi baru lini depan. Kehadiran mereka memberi John Herdman opsi lebih variatif, tak lagi bergantung sepenuhnya pada Ole Romeny. Herdman, yang juga menangani Timnas U-23, disebut menyambut positif kedatangan kedua pemain muda ini.
PSSI menargetkan gelar juara di kedua ajang tersebut. Catatan enam kali menjadi runner-up Piala AFF menjadi motivasi besar untuk memutus puasa gelar. Sementara FIFA ASEAN Cup, yang digelar pertama kali pada September-Oktober 2026, memberi peluang Indonesia tampil dengan skuat terbaik, termasuk pemain naturalisasi yang bermain di Eropa.
Ronny Pangemanan menambahkan, keputusan akhir untuk memainkan Baker dan Vickery di Piala AFF sepenuhnya di tangan John Herdman. Meski masih muda, keduanya dinilai punya potensi jangka panjang. βMereka dipersiapkan untuk masa depan, tetapi jika klub mengizinkan, kehadiran mereka di Piala AFF akan menambah kekuatan,β ujar Ropan dalam kanal YouTube-nya.
Indonesia tergabung di Grup A Piala AFF bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Laga berat melawan juara bertahan Vietnam menjadi ujian awal bagi skuat Garuda. Dengan tambahan dua penyerang baru, diharapkan lini depan lebih tajam dan mampu membawa pulang trofi pertama.
Ke depan, keberhasilan naturalisasi ini akan menjadi tolok ukur efektivitas program PSSI dalam membangun timnas kompetitif. Akankah Baker dan Vickery langsung menjadi andalan di turnamen mendatang? Jawabannya tergantung pada adaptasi dan keputusan taktis sang pelatih.



