Samurai Biru Lolos ke 32 Besar, Tantang Brasil di Fase Gugur
Baca dalam 60 detik
- Jepang memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Swedia di laga pamungkas Grup F.
- Gol Daizen Maeda dibalas Anthony Elanga enam menit kemudian, membuat Jepang finis sebagai runner-up grup dengan lima poin, setara Belanda.
- Samurai Biru kini bersiap menghadapi Brasil, juara dunia lima kali, dalam laga hidup-mati yang diprediksi berlangsung sengit.

Jepang memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Swedia 1-1 di Dallas, Kamis (25/6) waktu setempat. Hasil ini membuat Samurai Biru finis sebagai runner-up Grup F dengan lima poin, setara dengan Belanda yang memuncaki klasemen. Konsekuensinya, anak asuh Hajime Moriyasu harus berhadapan dengan Brasil, tim tersukses sepanjang sejarah turnamen dengan lima gelar juara.
Laga yang berlangsung di Dallas Stadium, Arlington, Texas, itu sempat berjalan lamban di babak pertama. Peluang terbaik lahir dari kaki Keito Nakamura yang melepaskan tembakan first-time setelah menerima umpan Maeda, namun kiper Swedia Jacob Widell Zetterstrom mampu menepis bola ke tiang gawang. Di sisi lain, Viktor Gyokeres juga merepotkan pertahanan Jepang meski tembakannya masih melenceng.
Memasuki babak kedua, Jepang tampil lebih agresif. Ao Tanaka nyaris membuka skor lewat sepakan melenceng, menandakan Moriyasu tidak puas hanya bermain aman. Strategi itu membuahkan hasil saat Maeda menuntaskan kerja sama apik yang dimulai Ritsu Doan. Doan menerima umpan balik dari Ayase Ueda, menusuk dari sayap kanan, lalu mengirim bola ke ruang kosong di antara bek tengah Swedia. Maeda yang tak terkawal langsung menyelesaikannya dengan tenang.
Keunggulan Jepang hanya bertahan enam menit. Anthony Elanga, pemain sayap Manchester United yang dipinjamkan ke Nottingham Forest, membalas dengan gol spektakuler. Ia melengkungkan bola dari sudut kotak penalti melewati pertahanan Jepang dan kiper Zion Suzuki yang tak sempat bereaksi. "Saya merasa harus melakukan sesuatu hari ini. Saya berterima kasih kepada Graham atas kepercayaannya sejak hari pertama," ujar Elanga usai pertandingan.
Swedia yang sebelumnya dihancurkan Belanda 5-1, bangkit dengan semangat tinggi. Alexander Isak nyaris membawa timnya unggul, namun Suzuki melakukan penyelamatan gemilang dengan terbang ke kiri. Di masa injury time, kiper Jepang itu kembali menggagalkan sundulan Isak dengan menepis bola ke mistar gawang. "Kami tahu Swedia akan berjuang keras setelah kekalahan telak. Saya bangga dengan ketangguhan tim," kata Moriyasu dalam konferensi pers.
Bagi Indonesia, perjalanan Jepang ini menjadi cermin bagaimana tim Asia bisa bersaing di panggung global. Dengan populasi dan basis sepak bola yang terus berkembang, Indonesia bisa belajar dari konsistensi Jepang dalam membangun regenerasi pemain dan taktik adaptif. Pertemuan melawan Brasil juga akan menjadi ujian sejati bagi sepak bola Asia: mampukah Jepang mengulang kejutan seperti saat mengalahkan Jerman dan Spanyol di Piala Dunia 2022?
Laga 32 besar antara Jepang dan Brasil dijadwalkan berlangsung pekan depan. Brasil, yang tampil dominan di grupnya, jelas diunggulkan. Namun Jepang telah membuktikan diri sebagai tim yang sulit dikalahkan. Pertanyaannya, akankah Samurai Biru mampu menuliskan babak baru kejutan, atau Brasil akan kembali menunjukkan kelasnya sebagai raja sepak bola dunia?



