Belgia Terjepit: Doku dan Lukaku Belum Siap Penuh Lawan Selandia Baru
Baca dalam 60 detik
- Jeremy Doku baru kembali dari cuti kelahiran anak dan sakit, dipastikan tidak akan bermain penuh saat Belgia menghadapi Selandia Baru di laga hidup mati Grup G.
- Romelu Lukaku juga belum mampu tampil 90 menit, membuat lini depan Belgia tumpul di saat kritis: tim hanya mengoleksi dua poin dan berada di peringkat ketiga.
- Pelatih Rudi Garcia menekankan permainan kolektif sebagai kunci, namun tanpa dua bintang utama, peluang lolos Belgia ke babak 16 besar dipertaruhkan.

VANCOUVER β Pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia, mengonfirmasi bahwa winger andalan Jeremy Doku belum siap tampil penuh saat menghadapi Selandia Baru dalam laga penentu Grup G Piala Dunia 2026, Jumat (27/6) waktu setempat. Doku baru kembali ke skuad setelah absen karena sakit dan cuti menyambut kelahiran putranya, Praise, pada Senin lalu.
Doku, yang tampil dalam laga pembuka melawan Mesir (1-1), melewatkan pertandingan kedua melawan Iran karena masalah pernapasan saat latihan. Ketiadaannya selama tujuh hari membuat kondisi fisiknya belum optimal. βDia baru berlatih hari ini. Tidak bermain penuh, tapi kami tahu dia bisa membuat perbedaan begitu di lapangan,β ujar Garcia dalam konferensi pers, Kamis (26/6).
Masalah Belgia tak berhenti di Doku. Striker utama Romelu Lukaku, yang masih belum mencetak gol di turnamen ini, juga dipastikan tidak mampu bermain 90 menit. Garcia menegaskan, βJika dia starter, dia akan diganti. Jika tidak, dia bisa membantu dari bangku cadangan. Tapi dia fit.β
Keputusan Doku meninggalkan skuad di tengah turnamen sempat menuai kritik dari presenter L'Equipe TV, France Pierron. Namun, bek tengah Brandon Mechele membela rekannya. βKabar kelahiran anaknya sangat membahagiakan. Semua senang untuknya. Kehadirannya kembali memberi dorongan bagi tim,β kata Mechele.
Belgia, yang di atas kertas diunggulkan memuncaki grup, justru berada dalam tekanan. Hasil imbang melawan Mesir dan Iran membuat posisi mereka genting. Kemenangan atas Selandia Baru menjadi harga mati, namun tanpa kekuatan penuh dua bintang, skenario tersingkir di fase grup bukan lagi kemustahilan. βKami harus menyamai intensitas mereka. Jika itu terwujud, saya tidak melihat masalah,β tambah Mechele.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi Belgia menjadi pengingat betapa pentingnya kedalaman skuad dan manajemen kebugaran di turnamen sepadat Piala Dunia. Timnas Indonesia, yang tengah mengejar mimpi tampil di ajang serupa, bisa belajar dari krisis yang dihadapi Belgia: kehilangan pemain kunci di momen krusial akibat faktor non-teknis bisa berakibat fatal. Pertandingan melawan Selandia Baru akan menjadi ujian sejati bagi mental juara Belgia. Mampukah mereka bangkit tanpa Doku dan Lukaku penuh?



