Krisis Kepemimpinan FIFA: Tiga Konfederasi Serukan Audit Independen atas Rencana Penjualan Saham Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Tiga konfederasi sepak bola utama menuntut investigasi eksternal atas rencana kontroversial FIFA yang sempat mengguncang tata kelola organisasi.
- Langkah ini mempertegas perpecahan di internal FIFA, dengan dukungan terhadap Infantino yang tidak merata di berbagai kawasan.
- Ketegangan ini berpotensi mempengaruhi arah kebijakan FIFA dan hubungannya dengan federasi-federasi nasional di masa mendatang.

Perseteruan di puncak organisasi sepak bola dunia memanas. UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan CONCACAF secara terbuka menyerang Presiden FIFA Gianni Infantino melalui surat terbuka, Senin (10/8), buntut dari rencana penjualan 20 persen hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta yang akhirnya dibatalkan. Ketiga konfederasi itu menuntut adanya tinjauan independen penuh atas kebijakan yang mereka nilai telah menghancurkan kepercayaan.
Dalam pernyataan bersama yang dikutip Channel News Asia, ketiga badan pengatur sepak bola tersebut menuduh Infantino telah "menempatkan dirinya di atas kolektif" dan "melanggar kepercayaan melalui tipu daya". Mereka menggarisbawahi bahwa kekuatan sepak bola selama ini bertumpu pada persatuan, dan kepemimpinan seharusnya menjadi pengabdian, bukan alat untuk mengendalikan. Meski tidak secara eksplisit menuntut pengunduran diri, surat itu menyiratkan hilangnya kepercayaan terhadap pria asal Swiss itu.
Rencana yang memicu kemarahan ini sebenarnya telah dibatalkan, tetapi dampaknya masih terasa. UEFA bahkan mengancam akan memboikot turnamen FIFA jika tidak ada jaminan bahwa skema serupa tidak akan diusulkan lagi di masa depan. Mereka juga mengkritik rapat darurat FIFA di Maroko pekan lalu yang dinilai hanya dihadiri satu pejabat terpilih, serta mendesak agar investigasi dilakukan tanpa campur tangan FIFA untuk mengungkap apa yang mereka sebut sebagai "kegagalan penilaian yang mendalam".
Tekanan terhadap Infantino semakin nyata setelah Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF), Lise Klaveness, yang selama ini vokal mengkritik, secara terbuka meminta pria berusia 56 tahun itu untuk segera mundur. Klaveness disebut-sebut sebagai kandidat potensial pengganti. Namun, di tengah gelombang kritik, Infantino tidak tinggal diam. FIFA merespons dengan pernyataan keras yang menuding adanya "upaya terkoordinasi dan berkelanjutan" untuk melemahkan presidennya, seraya menegaskan bahwa setiap upaya menantang kepemimpinan harus mengikuti statuta dan prosedur demokratis organisasi.
Dukungan terhadap Infantino justru datang dari sejumlah konfederasi. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menyatakan solidaritasnya atas nama 54 anggotanya, disusul Meksiko dari CONCACAF serta Argentina, Paraguay, Ekuador, dan Bolivia dari Amerika Selatan. Hampir 70 dari 211 asosiasi anggota FIFA dikabarkan akan memilih Infantino, meski sekitar selusin lainnya mencabut dukungan atau menyatakan tidak akan memilihnya. Perpecahan ini menunjukkan bahwa meskipun ada perlawanan dari Eropa dan sebagian Asia, basis dukungan Infantino masih cukup kuat di kawasan lain.
Konteks Indonesia: Meski gejolak ini terjadi di tingkat global, dampaknya bisa terasa di Tanah Air. PSSI sebagai anggota FIFA tentu akan memantau dinamika ini, terutama terkait arah kebijakan FIFA yang bisa memengaruhi program pengembangan sepak bola nasional. Selain itu, isu transparansi dan tata kelola yang diangkat oleh UEFA, AFC, dan CONCACAF relevan dengan upaya reformasi sepak bola Indonesia yang tengah berjalan. Dukungan atau sikap PSSI dalam bursa kepemimpinan FIFA nantinya akan menjadi sorotan publik.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah tuntutan tinjauan independen akan benar-benar direalisasikan, dan bagaimana FIFA merespons tekanan ini tanpa memperdalam perpecahan. Infantino, yang telah memimpin sejak 2016, tampaknya masih memiliki modal politik yang cukup, tetapi krisis ini menunjukkan bahwa otoritasnya tidak lagi diterima secara bulat. Apakah ini awal dari perubahan kepemimpinan di FIFA, atau sekadar ujian soliditas organisasi? Waktu yang akan menjawab.



