Onsemi Caplok Synaptics Rp113 Triliun, Siap Kuasai AI Fisik
Baca dalam 60 detik
- Produsen chip AS, Onsemi, mengakuisisi Synaptics dalam transaksi saham senilai US$7 miliar atau sekitar Rp113 triliun.
- Akuisisi ini bertujuan memperkuat posisi Onsemi di pasar kecerdasan buatan fisik (physical AI) yang diterapkan pada perangkat dan mesin.
- Langkah ini membuka peluang pasar baru senilai US$30 miliar bagi Onsemi, namun juga memicu reaksi negatif investor yang mendorong sahamnya turun hampir 10%.

ON Semiconductor Corp (Onsemi) mengumumkan akuisisi terhadap Synaptics dalam kesepakatan seluruh saham senilai US$7 miliar (sekitar Rp113 triliun), menjadi pembelian terbesar dalam sejarah perusahaan. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat ekspansi di segmen kecerdasan buatan fisik (physical AI), yaitu AI yang tertanam langsung pada perangkat dan mesin.
Berdasarkan ketentuan perjanjian, setiap lembar saham Synaptics akan ditukar dengan 1,350 lembar saham biasa Onsemi. Rasio tukar tersebut memberikan premi 19 persen jika dihitung dari rata-rata harga penutupan tertimbang volume 10 hari terakhir kedua saham. Akuisisi ini diharapkan rampung pada paruh kedua tahun ini, menunggu persetujuan regulator dan pemegang saham.
Hassane El-Khoury, CEO Onsemi, dalam wawancara dengan Reuters mengungkapkan bahwa platform komputasi terhubung milik Synaptics melengkapi kekuatan Onsemi di pasar otomotif, daya, dan industri. “Kombinasi ini akan menciptakan pemimpin pasar di ranah AI fisik,” ujarnya. Ia menambahkan, teknologi antarmuka manusia-mesin serta riset robotika dan humanoid dari Synaptics menjadi daya tarik utama.
Onsemi memperkirakan kesepakatan ini akan memperbesar pasar yang dapat dijangkau sebesar US$30 miliar, menjadi total US$243 miliar pada 2030. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya adopsi AI di perangkat tepi (edge devices) seperti kendaraan otonom, robot industri, dan peralatan rumah tangga pintar. Di Indonesia, tren serupa mulai terlihat dengan menjamurnya startup yang mengintegrasikan AI pada perangkat IoT, meski ekosistem semikonduktor dalam negeri masih sangat terbatas.
Reaksi pasar terhadap pengumuman ini terbelah. Saham Onsemi merosot hampir 10 persen dalam perdagangan setelah jam bursa, sementara saham Synaptics melonjak lebih dari 10 persen. Analis menilai investor Onsemi khawatir terhadap risiko integrasi dan valuasi yang tinggi, namun optimisme jangka panjang tetap ada seiring potensi sinergi kedua perusahaan.
Ke depan, keberhasilan akuisisi ini akan sangat bergantung pada kemampuan Onsemi mengintegrasikan teknologi Synaptics tanpa mengganggu bisnis yang sudah berjalan. Pertanyaan yang muncul: mampukah raksasa semikonduktor ini mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah tekanan pasar dan persaingan ketat dari Nvidia serta Qualcomm?



