Piala Dunia 2026: Hari Penentuan 10 Tim di Grup G, H, dan I
Baca dalam 60 detik
- Matchday 16 akan menentukan nasib 10 dari 12 tim yang masih berpeluang lolos ke fase gugur.
- Duel Prancis vs Norwegia di Grup I menjadi panggung duel Kylian Mbappe dan Erling Haaland.
- Grup G menjadi grup paling ketat dengan seluruh tim masih berpeluang finis di puncak klasemen.

FIFA World Cup 2026 memasuki babak penentuan saat tiga grup terakhir, G, H, dan I, menggelar laga pamungkas pada Jumat, 26 Juni. Sebanyak 10 dari 12 tim yang berlaga masih belum mengamankan tiket ke babak 32 besar, menjadikan hari itu sebagai momen krusial yang akan mengubah peta persaingan turnamen.
Grup I menjadi sorotan utama karena mempertemukan dua tim yang sudah dipastikan lolos: Prancis dan Norwegia. Pertandingan di Boston ini akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara grup. Duel ini juga menjadi ajang adu tajam antara Kylian Mbappe dan Erling Haaland, yang masing-masing telah mengoleksi empat gol. Di sisi lain, Senegal dan Irak yang masih nirpoin hanya bisa berharap finis di posisi ketiga dengan kemenangan mutlak untuk menjaga asa melangkah ke fase berikutnya.
Di Grup H, Spanyol memuncaki klasemen sementara dengan koleksi empat poin. Tim Matador hanya butuh hasil imbang melawan Uruguay untuk memastikan posisi puncak, kecuali jika Cabo Verde mampu mengalahkan Arab Saudi dengan selisih lima gol atau lebih. Uruguay yang mengantongi dua poin masih berpeluang merebut puncak jika menang di Guadalajara. Sementara itu, Cabo Verde—debutan turnamen—berpeluang melanjutkan kisah manis mereka jika menekuk Arab Saudi di Houston. Arab Saudi sendiri masih punya kans lolos jika menang dan Uruguay gagal mengalahkan Spanyol.
Grup G menjadi grup paling terbuka karena seluruh tim masih berpeluang menjadi juara grup. Egypt memimpin setelah kemenangan comeback atas Selandia Baru—kemenangan pertama mereka sepanjang sejarah Piala Dunia. Tim asuhan manajer asing itu akan mengunci puncak klasemen jika menang atas Iran, atau hasil imbang sudah cukup jika Belgia tidak mengalahkan Selandia Baru dengan selisih tiga gol atau lebih. Iran juga masih bisa menjadi juara grup jika menang dan Belgia gagal menang. Belgia, yang tersingkir di fase grup pada 2022, sangat termotivasi untuk lolos. Mereka akan menjadi juara grup jika menang dengan selisih tiga gol dan Egypt imbang melawan Iran.
Selandia Baru, yang belum pernah lolos ke fase gugur, masih memiliki peluang tipis. The All Whites akan lolos jika mengalahkan Belgia dan Iran gagal menang atas Egypt. Namun, jika kalah, mereka langsung tersingkir tanpa memandang hasil laga lain. Situasi ini membuat laga Belgia vs Selandia Baru menjadi duel hidup-mati yang menegangkan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan di Grup G memberikan gambaran betapa ketatnya turnamen level dunia. Meski tidak ada wakil Asia Tenggara, perjuangan Iran sebagai salah satu wakil Asia patut diperhatikan. Keberhasilan Iran lolos akan menjadi kebanggaan bagi kawasan, sekaligus menunjukkan bahwa sepak bola Asia mampu bersaing di panggung global. Selain itu, performa Belgia yang sempat terpuruk pada edisi sebelumnya menjadi pelajaran bahwa konsistensi adalah kunci di turnamen sebesar ini.
Dengan segala kemungkinan yang masih terbuka, Matchday 16 dipastikan akan menyajikan drama dan kejutan. Pertanyaan besarnya: tim mana yang mampu memanfaatkan peluang dan melaju ke babak 32 besar? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa jam ke depan.



