Switzerland Puncaki Grup B, Kanada Tetap Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Switzerland mengalahkan Kanada 2-1 di Vancouver untuk memastikan posisi puncak Grup B Piala Dunia 2026.
- Kanada, meski kalah, tetap lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka sebagai runner-up grup.
- Switzerland akan bermain di Vancouver pada 2 Juli, sementara Kanada harus bertandang ke Los Angeles pada 28 Juni.

Switzerland memastikan diri sebagai juara Grup B Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan tuan rumah Kanada dengan skor 2-1 di BC Place, Vancouver, Selasa malam. Kemenangan ini membuat tim asuhan Murat Yakin melaju ke babak 32 besar dengan status pemuncak grup, sementara Kanada, meski kalah, tetap mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.
Gol-gol kemenangan Switzerland tercipta di babak kedua melalui aksi Juan Vargas pada menit ke-46 dan Johan Manzambi pada menit ke-57. Vargas memanfaatkan umpan silang Manzambi untuk melepaskan tembakan keras ke pojok gawang, sementara Manzambi menggandakan keunggulan dengan tendangan rendah yang menembus kiper Maxime Crepeau. Kanada sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol debutan Promise David pada menit ke-76, namun perlawanan mereka gagal menyamakan kedudukan.
Bagi Kanada, kekalahan ini membuat mereka turun ke peringkat kedua Grup B. Sebagai runner-up, mereka harus bertandang ke Los Angeles untuk menghadapi runner-up Grup A pada 28 Juni. Sementara Switzerland, yang finis di puncak, akan kembali bermain di BC Place Vancouver pada 2 Juli melawan tim peringkat ketiga dari Grup E, F, G, I, atau J.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengakui timnya tampil kurang agresif di awal pertandingan. "Kami memiliki hati dan akan berjuang di setiap momen. Saya sempat berpikir untuk mengubah formasi menjadi lima bek di babak pertama, tapi kami tidak melakukannya. Alphonso Davies seharusnya siap untuk laga berikutnya. Kami kecewa karena tidak bisa mempertahankan energi setelah kemenangan besar sebelumnya, tapi kami akan ke LA dan tetap ingin membangkitkan semangat negara kami," ujar Marsch.
Pertandingan ini juga menjadi sorotan bagi penggemar sepak bola Indonesia, yang kerap menjadikan Piala Dunia sebagai ajang hiburan dan pembelajaran. Keberhasilan Kanada, negara dengan populasi imigran yang besar, menunjukkan bahwa sepak bola bisa berkembang pesat di kawasan yang sebelumnya tidak dianggap sebagai kiblat olahraga ini. Bagi Indonesia, yang tengah giat membangun infrastruktur dan pembinaan usia muda, capaian Kanada bisa menjadi inspirasi bahwa investasi jangka panjang pada sepak bola dasar dapat membuahkan hasil di panggung dunia.
Dengan hasil ini, babak 32 besar Piala Dunia 2026 semakin menarik. Switzerland, yang dikenal solid secara defensif, akan menjadi lawan berat bagi siapa pun. Sementara Kanada, yang tampil dengan semangat juang tinggi, berpeluang mengejutkan di LA. Pertanyaan besarnya: mampukah Kanada melanjutkan mimpi mereka, atau akankah Switzerland melaju lebih jauh?



