Buru Gelandang Prancis: Arsenal dan Tottenham Diberi Batas Waktu oleh Roma
Baca dalam 60 detik
- Roma memberi tenggat 30 Juni bagi Arsenal dan Tottenham untuk merekrut Manu Kone dengan banderol โฌ50 juta.
- Gelandang bertahan Prancis itu dianggap sebagai investasi jangka panjang, dengan nilai yang diprediksi naik setelah Piala Dunia.
- Jika gagal, Roma lebih memilih mempertahankan Kone ketimbang menjualnya di bawah harga pasar.

Klub Serie A, AS Roma, memberikan batas waktu hingga 30 Juni bagi Arsenal dan Tottenham Hotspur untuk menyelesaikan transfer gelandang asal Prancis, Manu Kone. Langkah ini diambil Roma untuk menyeimbangkan keuangan klub sesuai regulasi Financial Fair Play (FFP).
Menurut sumber internal, direktur olahraga baru Roma, Tony D'Amico, telah mengomunikasikan kepada kedua klub Premier League bahwa mereka boleh merekrut Kone musim panas ini, namun dengan tenggat yang ketat. Jika tidak ada kesepakatan sebelum akhir bulan, Roma akan menarik tawaran dan mempertahankan pemain berusia 23 tahun itu.
Kone, yang berposisi sebagai gelandang bertahan, mencatatkan dua gol dan tiga assist dalam 29 penampilan di Serie A musim lalu. Ia juga menjadi starter bagi Prancis di laga kedua fase grup Piala Dunia melawan Irak. Potensinya yang besar membuat Roma yakin nilainya akan meroket setelah turnamen global tersebut.
Arsenal, yang baru saja mengamankan gelar Premier League, tengah mencari pendalaman skuad di lini tengah setelah Declan Rice mengalami cedera hamstring. Rice sendiri mengaku telah mengelola cedera sejak awal tahun dan sempat mendapat perawatan setelah laga melawan Ghana. Sementara itu, Tottenham juga membutuhkan tambahan daya gedor di sektor tengah setelah kepergian beberapa pemain kunci.
Jurnalis Italia Piero Torri membandingkan nilai Kone dengan Sandro Tonali, yang dibeli Newcastle seharga โฌ80-85 juta. "Jika Tottenham membayar โฌ80-85 juta untuk Tonali, bagaimana mungkin Kone hanya setengahnya? Ada yang tidak beres," ujarnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa harga Kone bisa dianggap murah jika melihat potensinya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan Arsenal dan Tottenham merekrut pemain muda berbakat seperti Kone menunjukkan betapa agresifnya klub-klub Premier League dalam memburu talenta global. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, untuk lebih jeli dalam mengelola aset pemain dan memanfaatkan momen turnamen besar untuk meningkatkan nilai jual.
Jika transfer gagal, Roma diprediksi akan mempertahankan Kone setidaknya hingga Januari 2026, dengan harapan performa impresif di Piala Dunia dapat menggandakan harganya. Pertanyaannya, mampukah Arsenal atau Tottenham memenuhi tenggat yang diberikan, atau justru akan kehilangan kesempatan merekrut salah satu gelandang bertahan paling menjanjikan di Eropa?



