Parma Tebus Penuh Cremaschi dari Inter Miami, Kontrak Hingga 2031
Baca dalam 60 detik
- Parma resmi mengaktifkan opsi pembelian Benjamin Cremaschi sebesar €4 juta dari Inter Miami.
- Gelandang serang AS tersebut menandatangani kontrak baru hingga Juni 2031 di Stadio Tardini.
- Cremaschi bertekad bangkit setelah cedera meniskus yang mengakhiri musimnya pada Maret lalu.

Parma secara resmi mengumumkan pembelian penuh Benjamin Cremaschi dari Inter Miami, mengikat gelandang serang berusia 21 tahun itu dengan kontrak hingga 2031. Langkah ini mengonfirmasi komitmen klub Serie A terhadap pemain Timnas Amerika Serikat yang sempat dipinjam sejak musim panas lalu.
Cremaschi tiba di Parma pada awal musim 2024/2025 dengan status pinjaman yang disertai opsi pembelian senilai €4 juta. Setelah menilai performanya, manajemen Ducali memutuskan untuk menebus klausul tersebut, menjadikannya milik klub secara penuh. Pemain yang memiliki darah Italia ini langsung menandatangani perpanjangan kontrak jangka panjang hingga 2031.
“Saya bangga mengatakan bahwa masa depan saya ada di Parma,” ujar Cremaschi dalam pernyataan resmi klub. “Kota ini telah menjadi rumah saya, dan saya senang bisa melanjutkan perjalanan ini bersama Parma Calcio. Tahun lalu berat karena cedera, tetapi itu justru membuat saya semakin bertekad untuk kembali lebih kuat.”
Cedera meniskus yang diderita Cremaschi pada Maret lalu memaksanya menepi hingga akhir musim. Namun, ia optimistis bisa pulih total dan bersaing di Serie A musim depan. “Saya bekerja setiap hari untuk siap menyambut musim baru dan tidak sabar merasakan emosi baru bersama para penggemar,” tambahnya.
Keputusan Parma mengamankan Cremaschi dalam jangka panjang menunjukkan strategi klub yang mulai berani berinvestasi pada talenta muda potensial. Cremaschi sebelumnya pernah dipanggil Timnas Argentina U-20 sebelum akhirnya memilih membela Amerika Serikat. Dengan latar belakang Italia dari sisi keluarga, ia juga memiliki paspor Italia yang memudahkan regulasi pemain di Serie A.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah ini menarik karena menunjukkan bagaimana pemain muda Amerika mulai merambah Serie A—liga yang sebelumnya jarang menjadi tujuan utama pemain AS. Cremaschi bisa menjadi contoh bagi pemain Asia, termasuk Indonesia, bahwa peluang berkarier di Eropa terbuka lewat jalur pinjaman dan opsi pembelian.
Parma sendiri tengah membangun skuad kompetitif setelah promosi ke Serie A. Dengan kontrak panjang Cremaschi, klub berharap pemain ini bisa menjadi pilar lini tengah dalam beberapa musim ke depan. Pertanyaannya, akankah Cremaschi mampu membuktikan diri di level tertinggi Italia setelah pulih dari cedera serius?



