Kegagalan Ruben Amorim di Manchester United: Pelajaran Berharga untuk AC Milan
Baca dalam 60 detik
- Ruben Amorim dipecat Manchester United hanya lima bulan sebelum menandatangani kontrak tiga tahun dengan AC Milan, menyoroti kegagalan di Old Trafford.
- Kesalahan transfer dan taktik menjadi faktor utama kejatuhan Amorim di Inggris, sebagaimana diulas oleh jurnalis Manchester Evening News.
- AC Milan harus belajar dari pengalaman pahit Amorim untuk menghindari pengulangan pola yang sama di San Siro.

Hanya berselang lima bulan setelah dipecat Manchester United, Ruben Amorim resmi menukangi AC Milan. Namun, di balik pelantikan sang pelatih asal Portugal itu, tersimpan rentetan kegagalan di Old Trafford yang menjadi peringatan keras bagi klub raksasa Italia tersebut.
Amorim, yang sebelumnya sukses bersama Sporting CP, gagal memenuhi ekspektasi di Manchester United. Dalam episode terbaru Football Italia Summer Show, jurnalis Manchester Evening News Jack Flintham mengupas tuntas penyebab kejatuhan Amorim. Menurut Flintham, dua aspek utama yang menjadi batu sandungan adalah keputusan transfer yang keliru dan pendekatan taktis yang tidak fleksibel.
Di Manchester United, Amorim dinilai gagal membangun identitas permainan yang jelas. Ia kerap berganti formasi dan strategi, membuat para pemain kebingungan. Selain itu, beberapa pembelian pemain yang didorongnya tidak memberikan dampak signifikan, bahkan ada yang dianggap sebagai investasi yang sia-sia. Tekanan dari publik dan media Inggris yang tinggi juga disebut memperburuk situasi.
Bagi AC Milan, kedatangan Amorim membawa harapan sekaligus risiko. Klub yang berbasis di San Siro itu tengah dalam masa transisi setelah performa inkonsisten di Serie A. Manajemen Milan berharap Amorim bisa membawa angin segar, namun pengalaman di Inggris menunjukkan bahwa ia membutuhkan dukungan penuh dalam kebijakan transfer dan kesabaran dalam membangun tim.
Dalam konteks sepak bola Indonesia, kisah Amorim menjadi pelajaran berharga. Klub-klub Liga 1 yang kerap berganti pelatih dengan cepat bisa menimba pengalaman bahwa kesuksesan tidak datang instan. Pelatih asing sekaliber Amorim pun bisa gagal jika tidak ada keselarasan visi dengan manajemen dan adaptasi terhadap kultur lokal.
Flintham menekankan bahwa Amorim harus belajar dari kesalahan masa lalu. Di Milan, ia tidak akan mendapat kemewahan waktu yang panjang. Tekanan untuk segera meraih hasil akan besar, terutama jika tim kembali tampil buruk di awal musim. Pertanyaan besarnya: mampukah Amorim membuktikan bahwa kegagalan di Manchester United hanyalah sebuah anomali?



