Asing Jual Saham Rp976 Miliar dalam Sehari, IHSG Terperosok ke 6.002
Baca dalam 60 detik
- Investor asing melepas saham Indonesia senilai hampir Rp1 triliun pada sesi pertama perdagangan, dipicu oleh aksi jual besar di sektor perbankan.
- Keputusan MSCI mempertahankan status emerging market Indonesia tidak mampu membendung tekanan jual, dengan IHSG anjlok 1,62%.
- Saham BREN menjadi satu-satunya yang diburu asing, sementara saham grup Prajogo lainnya seperti TPIA dan CUAN justru dilepas.

Investor asing kembali melakukan aksi jual bersih besar-besaran di bursa Indonesia, mencapai Rp976,66 miliar hanya dalam setengah hari perdagangan, menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 6.002,20 pada penutupan sesi I Rabu (24/6/2026).
Berdasarkan data Stockbit, total volume transaksi asing mencapai Rp2,57 triliun di sisi jual dan Rp1,59 triliun di sisi beli. Tekanan jual terbesar terjadi pada saham-saham perbankan, terutama PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang mencatat net sell Rp172,08 miliar, disusul PT Bank Mandiri (BMRI) Rp55,84 miliar. Sektor perbankan menjadi bulan-bulanan asing di tengah ketidakpastian suku bunga global dan kekhawatiran perlambatan ekonomi domestik.
Fenomena menarik terjadi pada saham grup Prajogo Pangestu. Di satu sisi, PT Barito Renewables Energy (BREN) justru diborong asing dengan net buy Rp107,79 miliar, menjadi satu-satunya saham dengan akumulasi beli yang menonjol. Namun di sisi lain, asing melepas PT Chandra Asri Pacific (TPIA) senilai Rp155,53 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp25,61 miliar, dan PT Barito Pacific (BRPT) yang tidak masuk dalam daftar 10 besar. Pola ini menunjukkan investor asing melakukan rotasi portofolio di dalam grup yang sama, memilih emiten energi terbarukan ketimbang petrokimia dan tambang batu bara.
Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengumumkan hasil evaluasi tahunan pada Rabu dini hari tidak memberikan sentimen positif. Pasar ekuitas Indonesia tetap dipertahankan dalam kategori Emerging Markets, tanpa ada perubahan status. Alih-alih mendorong aksi beli, pengumuman itu justru dimanfaatkan asing untuk merealisasikan keuntungan. IHSG yang sempat dibuka di zona hijau langsung berbalik arah dan terperosok 1,62% hingga akhir sesi pertama.
Dari sisi saham yang dibeli, selain BREN, asing juga mengakumulasi PT Aneka Tambang (ANTM) Rp13,15 miliar, PT Timah (TINS) Rp5,59 miliar, dan PT Gudang Garam (GGRM) Rp4,91 miliar. Sementara itu, saham-saham yang dilepas selain BBRI dan TPIA adalah PT Amman Mineral Internasional (AMMN) Rp71,68 miliar, PT Bumi Resources (BUMI) Rp63,31 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals (BRMS) Rp53,10 miliar. Pola jual asing masih terfokus pada sektor komoditas dan perbankan, mencerminkan sikap wait-and-see menjelang rilis data ekonomi AS dan kebijakan suku bunga The Fed.
Bagi investor ritel Indonesia, aksi jual asing ini menjadi sinyal untuk lebih berhati-hati. Tekanan jual yang terus berlanjut dapat mendorong IHSG menguji level psikologis 6.000. Namun, di sisi lain, akumulasi asing di BREN menunjukkan bahwa sektor energi terbarukan masih memiliki daya tarik. Pertanyaannya, akankah aksi jual asing berlanjut hingga akhir pekan, atau akan ada aksi beli balik setelah IHSG mendekati level support? Semua tergantung pada sentimen global dan rilis data ekonomi domestik dalam beberapa hari ke depan.



