Jerman Kunci Puncak Grup E Piala Dunia 2026: Nagelsmann Siap Rotasi Besar-besaran vs Ekuador?
Baca dalam 60 detik
- Jerman memastikan diri sebagai juara Grup E setelah dua kemenangan, membuka peluang rotasi pemain di laga terakhir melawan Ekuador.
- Pelatih Julian Nagelsmann diperkirakan akan memberikan menit bermain kepada pemain cadangan seperti Rüdiger, Goretzka, dan Undav yang telah tampil impresif.
- Keputusan rotasi ini krusial untuk menjaga kebugaran tim inti jelang babak gugur sekaligus memberi kesempatan pemain pelapis membuktikan diri.

Jerman telah memastikan diri sebagai pemuncak klasemen Grup E Piala Dunia 2026 setelah meraih dua kemenangan meyakinkan, dan kini perhatian publik tertuju pada keputusan Julian Nagelsmann: akankah ia merombak total susunan pemain saat menghadapi Ekuador di laga pamungkas fase grup?
Dengan kemenangan telak 7-1 atas Curaçao dan susah payah 2-1 melawan Pantai Gading, Nagelsmann sejauh ini setia pada sebelas pemain yang sama. Namun, status juara grup yang sudah diamankan membuat pelatih berusia 37 tahun itu leluasa melakukan eksperimen. “Kami ingin menjaga ritme, tetapi juga perlu melihat pemain lain,” ujar Nagelsmann dalam konferensi pers, mengisyaratkan akan ada perubahan.
Rotasi bukan sekadar memberi istirahat. Ini adalah kesempatan emas bagi para pemain pelapis untuk menunjukkan kemampuan sebelum babak gugur dimulai. Nagelsmann memiliki setidaknya 11 pemain yang belum menjadi starter di turnamen ini, termasuk nama-nama seperti Antonio Rüdiger, Leon Goretzka, dan Deniz Undav yang sudah tampil gemilang sebagai pemain pengganti.
Di lini belakang, Nagelsmann bisa memberikan menit bermain penuh kepada Rüdiger yang baru tampil 45 menit menggantikan Nico Schlotterbeck yang cedera. Waldemar Anton dan Malick Thiaw juga antre untuk unjuk gigi. David Raum, yang menjadi andalan di kualifikasi, kini tergeser oleh Nathaniel Brown. Laga ini bisa menjadi ajang pembuktian bagi mereka.
Di lini tengah, Leon Goretzka yang telah tampil di hampir semua laga Jerman sejak 2025, serta Nadiem Amiri yang baru pulih dari cedera, diprediksi akan menjadi starter. Amiri bahkan mencatat assist untuk gol penyeimbang Undav saat melawan Pantai Gading. Sementara itu, gelandang muda Assan Ouédraogo yang baru dipanggil menggantikan Lennart Karl, bisa mendapatkan debut Piala Dunia pertamanya.
Di lini depan, Jamie Leweling yang baru mencicipi debut Piala Dunia selama 30 menit, serta Maximilian Beier yang haus gol, akan bersaing dengan Nick Woltemade — striker jangkung yang belum tampil sama sekali. Namun, bintang sesungguhnya adalah Deniz Undav: pencetak gol terbanyak Jerman di Eropa musim lalu dengan 19 gol Bundesliga, dan sudah mengemas 3 gol di turnamen ini. “Dia adalah senjata rahasia kami,” puji Nagelsmann.
Bagi Indonesia, rotasi Jerman ini menarik untuk diamati. Jika Jerman menurunkan pemain pelapis, Ekuador yang masih berjuang lolos bisa memanfaatkan celah. Namun, kedalaman skuad Jerman tetap mengerikan. Pelajaran bagi Timnas Indonesia: pentingnya memiliki pemain pengganti yang siap kapan saja, seperti yang ditunjukkan Undav.
Laga melawan Ekuador akan menjadi ujian terakhir sebelum Jerman memasuki fase gugur. Apakah Nagelsmann akan mempertahankan konsistensi atau justru memborong rotasi? Satu hal yang pasti: keputusan ini akan menentukan sejauh mana Jerman melangkah di Piala Dunia 2026.



