Ronaldo Akhirnya 'Datang ke Pesta' Piala Dunia: Dua Gol ke Gawang Uzbekistan Hapus Keraguan
Baca dalam 60 detik
- Cristiano Ronaldo mencetak dua gol saat Portugal mengalahkan Uzbekistan 5-0, menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia.
- Penampilan ini membungkam kritik setelah laga awal Portugal yang kurang meyakinkan dan mengembalikan kepercayaan diri tim.
- Rekor dan rivalitas dengan Lionel Messi terus menjadi pendorong performa Ronaldo di usia yang tak lagi muda.

Cristiano Ronaldo akhirnya mencatatkan namanya di papan skor Piala Dunia 2026 setelah dua golnya ke gawang Uzbekistan membawa Portugal menang telak 5-0 di Houston, Selasa (23/6). Penampilan ini sekaligus menjawab keraguan yang menyelimuti dirinya dan tim usai laga pembuka yang mengecewakan.
Dua gol Ronaldo tercipta di babak pertama, mengakhiri pekan yang penuh tekanan bagi sang megabintang. Sebelumnya, Portugal hanya bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo, dan Ronaldo harus menyaksikan dari kejauhan bagaimana Lionel Messi, Erling Haaland, serta Kylian Mbappe tampil gemilang di turnamen ini. Kini, dengan dua gol itu, Ronaldo tidak hanya membungkam kritik tetapi juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia, sekaligus melewati rekor legenda Portugal, Eusebio, sebagai pencetak gol terbanyak negaranya di ajang ini.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menilai rivalitas antara Ronaldo dan Messi menjadi faktor penting yang menjaga performa kedua pemain tetap di level tertinggi. "Saya yakin kedua pemain telah meningkatkan sepak bola selama bertahun-tahun, dan persaingan mereka penting untuk pertumbuhan mereka sendiri," ujar Martinez. Ia juga menekankan bahwa Ronaldo adalah panutan di dalam dan luar lapangan, tidak hanya karena gol-golnya, tetapi juga karena sikap dan dedikasinya.
Martinez mengaku tidak pernah melihat Ronaldo meragukan dirinya sendiri, meskipun sempat ada momen emosional saat Ronaldo berteriak "I'm back!" ke arah kamera televisi setelah mencetak gol. "Dia manusia biasa dan berhak memiliki perasaan. Saya belum pernah bekerja dengan pemain yang, apa pun yang terjadi hari ini, besok tetap lapar untuk berlatih lagi. Itu adalah kualitas yang ingin saya wariskan kepada setiap pemain muda," tambah Martinez.
Pelatih Uzbekistan, Fabio Cannavaro, yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia bersama Italia pada 2006, memberikan pujian setinggi-tingginya kepada Ronaldo. "Saat Anda bermain melawan Ronaldo, Anda tidak boleh memberinya ruang sedikit pun. Jika Anda memberinya satu sentimeter, dia akan mencetak gol. Para pemain Portugal bermain untuknya, mereka memberikan bola kepadanya. Sebagai bek, Anda harus sangat cerdas untuk bisa dekat dengannya," kata Cannavaro. Ia bahkan menyarankan Ronaldo untuk terus bermain dan menikmati sepak bolanya selama bertahun-tahun ke depan.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, penampilan Ronaldo ini menjadi pengingat bahwa usia bukanlah halangan untuk terus bersaing di level tertinggi. Dengan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, momen-momen seperti ini menjadi tontonan yang sayang untuk dilewatkan. Pertanyaan besarnya kini: akankah Ronaldo mampu membawa Portugal melaju lebih jauh dan mungkin mengulangi kesuksesan Euro 2016?



