Ismaila Sarr, Pencetak Gol Terbanyak Senegal di Piala Dunia: Dedikasi Sunyi yang Berbuah Manis
Baca dalam 60 detik
- Ismaila Sarr mencetak gol keempatnya di Piala Dunia, menggeser rekor Papa Bouba Diop sebagai top skor Senegal sepanjang sejarah turnamen.
- Pemain berusia 28 tahun itu menjadi warga Senegal pertama yang sukses menjebol gawang lawan di dua edisi Piala Dunia berbeda.
- Rekan setim memuji etos kerja dan ketenangan Sarr di luar lapangan, yang berbanding terbalik dengan ketajamannya saat bertanding.

Ismaila Sarr akhirnya mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola Senegal. Penyerang berusia 28 tahun itu resmi menjadi pencetak gol terbanyak negaranya di ajang Piala Dunia setelah membobol gawang Irak dalam kemenangan telak 5-0, Jumat lalu. Gol tersebut merupakan yang keempat kalinya Sarr mencetak angka di turnamen empat tahunan, sekaligus memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh mendiang Papa Bouba Diop.
Pencapaian itu tidak datang secara instan. Empat hari sebelumnya, Sarr telah menyamai torehan Diop dengan dua gol ke gawang Norwegia. Brace tersebut juga mengukuhkannya sebagai pemain Senegal pertama yang mampu mencetak gol di dua edisi Piala Dunia berbeda. Sebuah prestasi yang menempatkannya di jajaran elite pesepak bola Afrika.
Di balik sorotan lapangan, Sarr dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Rekan setimnya di timnas, Moussa Niakhate, menggambarkan Sarr sebagai sosok pemalu dan tidak banyak bicara. Namun, kata Niakhate, yang terpenting adalah apa yang ditunjukkan di atas rumput. "Dia adalah inspirasi. Di luar lapangan dia pemalu, tapi di dalam lapangan dia tidak pernah ragu. Dia selalu memberikan yang terbaik untuk negara," ujar bek tersebut.
Gelandang Idrissa Gueye juga memberikan pujian setinggi langit. Menurutnya, Sarr benar-benar pantas mendapatkan rekor tersebut karena dedikasinya yang total. "Dia benar-benar pantas mendapatkannya. Dia memberikan segalanya dalam apa yang dia lakukan," kata Gueye. Kiper pelapis Mory Diaw, yang menggantikan Edouard Mendy yang cedera, menambahkan bahwa Sarr bekerja keras setiap hari dan layak mendapat gol-gol itu.
Prestasi Sarr ini menjadi angin segar bagi sepak bola Senegal yang terus menunjukkan peningkatan di pentas global. Keberhasilan mereka melaju jauh di Piala Dunia 2022 lalu telah menginspirasi banyak negara Afrika, termasuk Indonesia, yang tengah giat mengembangkan bakat-bakat muda. Kisah Sarr membuktikan bahwa kerja keras dan konsistensi, meski tanpa sorotan berlebihan, pada akhirnya akan membuahkan hasil yang gemilang.
Ke depan, publik Senegal tentu berharap Sarr dapat menambah pundi-pundi golnya di sisa turnamen. Dengan rekor baru yang telah diukir, pertanyaan besarnya adalah: mampukah ia membawa Senegal melangkah lebih jauh, bahkan mungkin menembus babak semifinal untuk pertama kalinya? Semua mata akan tertuju pada langkah selanjutnya dari pemain yang lebih banyak bicara lewat aksinya di lapangan.



