Gelombang Panas London: Inggris Andalkan Rompi Pendingin F1 Lawan Hindia Barat
Baca dalam 60 detik
- Tim kriket Inggris akan menggunakan rompi pendingin ala Formula 1 dan kompres es untuk bertahan dari suhu 35 derajat Celsius saat melawan Hindia Barat di Piala Dunia T20.
- Pertandingan di Lord's ini menjadi ujian fisik ekstrem bagi pemain dan penonton, dengan protokol panas ekstrem dari ICC dan ECB telah disiapkan.
- Kemenangan keempat beruntun akan memastikan Inggris lolos ke semifinal, sementara kapten Nat Sciver-Brunt masih absen karena cedera betis.

Tim kriket putri Inggris bersiap menghadapi ujian fisik paling berat di Piala Dunia T20 saat mereka bertemu Hindia Barat di Lord's, Rabu (18:30 BST), di tengah peringatan panas merah yang langka di London. Suhu diperkirakan mencapai 35 derajat Celsius, memaksa skuad asuhan kapten sementara Charlie Dean menggunakan rompi pendingin ala Formula 1 dan kompres es untuk menjaga performa.
Dean, yang kembali memimpin tim menggantikan Nat Sciver-Brunt yang cedera, mengatakan pengalaman bermain di India dan Australia menjadi bekal berharga. "Agak aneh berada di Inggris dan sepanas ini, tapi kami pernah menghadapi kondisi seperti ini sebelumnya. Kami tahu ini sangat menguras tenaga," ujarnya kepada BBC Sport. Tim telah menyiapkan beberapa rompi pendingin, kompres es, dan grip tubular berisi es yang dilingkarkan di leher.
Pertandingan ini diprediksi menjadi laga kriket terpanas di Inggris sejak pertandingan putra melawan Afrika Selatan di Chester-le-Street yang mencapai 38 derajat Celsius, saat beberapa penonton membutuhkan perawatan medis. Dewan Kriket Internasional (ICC) dan Dewan Kriket Inggris dan Wales (ECB) telah mengaktifkan protokol panas ekstrem, dengan petugas keamanan, ofisial pertandingan, dan tim medis yang siap mengelola situasi. Jika kondisi dianggap tidak aman, pertandingan bisa ditunda atau dibatalkan.
Bagi penonton, area ber-AC di Lord's akan dibuka untuk membantu pendinginan. Langkah serupa telah diterapkan di Bristol pada pertandingan Selasa lalu, di mana jumlah penonton dikurangi karena panas. Dean bahkan menyebut trik kecil seperti mengunyah permen karet atau permen mint bisa membantu menurunkan suhu tubuh secara psikologis. "Ada banyak ilmu di baliknya, tampaknya," katanya.
Dari sisi persaingan, laga ini menjadi ulangan final Piala Dunia T20 2024 yang dimenangkan Hindia Barat. Inggris unggul 3-0 dalam seri T20 tahun lalu, namun Hindia Barat datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Inggris di turnamen sebelumnya. Kemenangan akan mengamankan posisi Inggris di semifinal dengan satu pertandingan tersisa, sementara Hindia Barat juga butuh kemenangan untuk menjaga asa.
Absennya Sciver-Brunt menjadi pukulan bagi Inggris, namun Dean optimistis. "Dia terus berlatih dan perkembangannya bagus. Kehadirannya di lapangan memberi kepercayaan diri, tapi saya siap jika diperlukan," ujarnya. Sciver-Brunt dijadwalkan menjalani pemindaian lanjutan sebelum diizinkan bermain.
Bagi penggemar kriket Indonesia, pertandingan ini menjadi tontonan menarik untuk melihat bagaimana tim elit beradaptasi dengan kondisi ekstrem. Dengan cuaca tropis yang akrab di Tanah Air, strategi pendinginan yang digunakan Inggris bisa menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan olahraga di daerah panas. Akankah Inggris mampu mempertahankan rekor sempurna mereka di tengah terik London?



