Pertarungan Puncak Grup L: Inggris vs Ghana, Kane Jadi Andalan
Baca dalam 60 detik
- Inggris dan Ghana sama-sama memenangi laga perdana Piala Dunia 2026, sehingga duel di Boston ini menjadi penentu siapa yang berhak memuncaki Grup L.
- Harry Kane yang sudah mencetak dua gol ke gawang Croatia kembali menjadi ujung tombak, sementara Ghana harus kehilangan Kamaldeen Sulemana yang dicadangkan.
- Kemenangan di laga ini akan mengamankan tiket ke fase gugur lebih awal, memberi keleluasaan bagi pelatih untuk merotasi pemain di pertandingan terakhir grup.

Dua tim yang mengawali Piala Dunia 2026 dengan kemenangan, Inggris dan Ghana, akan saling sikut di Stadion Gillette, Boston, Kamis dini hari WIB. Laga ini tidak hanya menentukan pemuncak Grup L, tetapi juga membuka peluang lolos lebih awal ke babak 16 besar. Dengan catatan sempurna di laga pertama, kedua tim sadar bahwa hasil imbang pun bisa menjadi batu loncatan, namun kemenangan adalah target utama.
Inggris datang dengan modal kemenangan dramatis 4-2 atas Kroasia, di mana Harry Kane mencetak dua gol. Pelatih Thomas Tuchel hanya melakukan dua perubahan dari susunan pemain sebelumnya: Marc Guehi menggantikan John Stones di lini belakang, dan Djed Spence, mantan pemain Genoa, dipilih menggantikan Nico OโReilly di sisi sayap. Tuchel mengisyaratkan bahwa ia ingin menyelesaikan tugas malam ini agar bisa merotasi skuad saat menghadapi Panama di partai terakhir grup.
Di kubu lawan, Ghana juga mengawali turnamen dengan manis meski harus bersusah payah menaklukkan Panama 1-0 berkat gol Caleb Yirenkyi di masa injury time. Namun, ada kabar kurang menggembirakan: kiper utama Lawrence Ati Zigi mengalami cedera dan digantikan Benjamin Asare. Lebih krusial lagi, gelandang andalan Thomas Partey akhirnya bisa tampil setelah absen di laga pertama karena masalah hukum yang menghalanginya masuk ke Kanada. Sementara itu, penyerang Atalanta, Kamaldeen Sulemana, harus rela duduk di bangku cadangan.
Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian bagi lini serang Inggris yang mengandalkan Kane, Jude Bellingham, dan Anthony Gordon. Namun, tanpa Bukayo Saka yang belum pulih sepenuhnya, Tuchel mempercayakan sisi sayap kepada Noni Madueke. Di sisi lain, Ghana mengandalkan veteran Jordan Ayew dan Antoine Semenyo untuk membongkar pertahanan Inggris yang diperkuat Kyle Walker, Ezri Konsa, dan Marc Guehi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana tim-tim Afrika mulai diperhitungkan di panggung dunia. Ghana, yang kerap menjadi barometer sepak bola Afrika, menunjukkan kedewasaan taktik dengan mampu memenangi pertandingan ketat. Sementara Inggris, dengan segala bintangnya, tetap harus waspada terhadap serangan balik cepat yang menjadi ciri khas Ghana. Pertanyaan besarnya: mampukah Partey mengendalikan lini tengah dan meredam kreativitas Bellingham?
Jika Inggris menang, mereka akan memastikan tempat di babak gugur dan bisa mengistirahatkan pemain kunci saat melawan Panama. Sebaliknya, jika Ghana yang keluar sebagai pemenang, maka persaingan grup akan semakin terbuka dan Kroasia serta Panama masih punya peluang. Satu hal yang pasti, duel di Boston ini akan menjadi penentu awal siapa yang layak disebut penguasa Grup L.



