Newcastle Incar Gelandang Muda AZ Alkmaar sebagai Pengganti Tonali
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dikabarkan telah melakukan pendekatan untuk merekrut gelandang AZ Alkmaar, Kees Smit, yang dihargai sekitar ยฃ52 juta.
- Smit, yang disebut memiliki potensi bintang, menjadi target utama setelah kepergian Sandro Tonali yang santer dikaitkan dengan Arsenal dan Tottenham.
- Kegagalan Newcastle di bursa transfer musim lalu mendorong manajemen untuk bergerak cepat, dengan Smit dinilai sebagai pengganti ideal berkat profil duel dan kreativitasnya.

Newcastle United tengah mempercepat perburuan gelandang muda AZ Alkmaar, Kees Smit, sebagai antisipasi kepergian Sandro Tonali yang kian mendekati pintu keluar St James' Park. Klub asal Tyneside itu dikabarkan telah dihubungi oleh perwakilan pemain berusia 20 tahun tersebut, yang nilainya mencapai ยฃ52 juta atau setara lebih dari Rp1 triliun.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Newcastle untuk bangkit setelah musim lalu yang mengecewakan, di mana mereka finis di peringkat ke-12 Premier League. Manajer Eddie Howe nyaris kehilangan pekerjaannya akibat kegagalan di bursa transfer musim panas sebelumnya, yang membuat tim kehilangan momentum. Kini, dengan kepergian Anthony Gordon ke Barcelona seharga ยฃ69 juta dan Tonali yang diminati Arsenal serta Tottenham, Newcastle harus bergerak cepat untuk mengisi lubang di lini tengah.
Menurut laporan TEAMtalk, Newcastle sudah lama memantau perkembangan Smit melalui jaringan pemantauan mereka. Meskipun sang pemain disebut tidak mendesak untuk hengkang, ketertarikan dari klub-klub besar seperti Chelsea, Liverpool, dan Tottenham menunjukkan betapa tingginya permintaan terhadap pemain Belanda ini. Smit dinilai sebagai salah satu prospek paling menarik di Eropa, dengan analis Ben Mattinson menjulukinya sebagai "monster duel" dan "berpotensi menjadi bintang".
Perbandingan dengan Tonali pun muncul. Keduanya sama-sama kuat dalam duel, progresif dalam membawa bola, dan memiliki kemampuan teknis yang baik. Meskipun Smit baru tampil sebagai starter dalam sembilan pertandingan Eredivisie musim 2024/25, ia telah menunjukkan kematangan sebagai gelandang serba bisa. Kehadiran Bruno Guimaraes di sisinya diyakini bisa menjadi faktor kunci untuk membantunya beradaptasi dengan kerasnya Premier League.
Konteks bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League berlomba merekrut talenta muda Eropa. Smit, yang sempat diabaikan pelatih Ronald Koeman untuk skuad Piala Dunia 2026, justru menjadi rebutan. Jika bergabung, ia akan menjadi salah satu pemain Belanda termahal yang bermain di Inggris, sejajar dengan bintang-bintang seperti Frenkie de Jong di masa lalu.
Newcastle sendiri bertekad tidak mengulangi kesalahan musim lalu, di mana mereka terlambat bergerak di bursa transfer. Kehilangan Victor Munoz ke Liverpool menjadi pelajaran berharga. Kini, dengan pendekatan yang lebih agresif, mereka berharap bisa mengamankan tanda tangan Smit sebelum klub lain mendahului. Namun, persaingan ketat dari raksasa Premier League lainnya bisa menjadi batu sandungan.
Apakah Smit akan menjadi suksesor ideal Tonali? Ataukah Newcastle kembali gagal di bursa transfer? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan, saat bursa transfer musim panas memasuki fase krusial.



