Newcastle Siapkan Pengganti Tonali, Tottenham Dapat Angin Segar
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dikabarkan telah menyiapkan gelandang AZ Alkmaar, Kees Smit, sebagai calon pengganti Sandro Tonali yang santer dikaitkan dengan Tottenham Hotspur.
- Smit, yang baru berusia 20 tahun, dinilai memiliki performa lebih unggul dari Tonali di beberapa aspek musim lalu, dengan banderol sekitar £60 juta.
- Kesepakatan ini berpotensi menguntungkan semua pihak: Tottenham mendapatkan Tonali, Newcastle mendapatkan dana segar plus pemain muda potensial.

Newcastle United dikabarkan mulai bergerak mencari pengganti Sandro Tonali setelah menerima kenyataan bahwa gelandang Italia itu kemungkinan besar akan hengkang ke Tottenham Hotspur musim panas ini. Langkah The Magpies ini menjadi sinyal kuat bahwa negosiasi antara kedua klub memasuki babak krusial.
Menurut laporan Craig Hope dari Daily Mail, Newcastle mengincar gelandang muda AZ Alkmaar, Kees Smit, sebagai suksesor Tonali. Pemain Belanda berusia 20 tahun itu dibanderol sekitar £60 juta—angka yang sebanding dengan dana yang akan diterima Newcastle jika Tonali jadi dijual. Manajer Eddie Howe dan jajaran staf dikabarkan sangat mengagumi kemampuan Smit yang dinilai memiliki potensi melampaui Tonali dalam beberapa musim ke depan.
Keputusan Newcastle mencari pengganti sebelum Tonali resmi pergi menunjukkan bahwa mereka sudah pasrah dengan kepergian pemain yang direkrut dengan biaya £55 juta pada 2023 itu. Sebelumnya, Tottenham telah mengajukan tawaran £75 juta untuk Tonali, namun Newcastle bersikukuh meminta £100 juta. Jika ada klub yang memenuhi banderol tersebut, maka hengkangnya Tonali tinggal menunggu waktu.
Bagi Tottenham, kabar ini menjadi angin segar di tengah upaya mereka memperkuat lini tengah. Mantan pemain Liverpool Jamie Carragher bahkan menyebut Tonali sebagai tambahan yang luar biasa bagi Spurs jika transfer jadi terwujud. Namun, Newcastle juga tidak akan rugi besar jika melepas Tonali. Dengan dana yang masuk, mereka bisa mendatangkan Smit yang musim lalu mencatatkan statistik lebih baik dari Tonali di beberapa indikator kunci, seperti jumlah tekel sukses dan akurasi umpan panjang.
Di sisi lain, kepergian Tonali dan Gordon—yang sudah lebih dulu dijual ke Barcelona—akan meninggalkan lubang besar di skuad Eddie Howe. Dalam situasi yang menuntut hasil instan, kehilangan dua pemain penting dalam satu jendela transfer bukanlah skenario ideal. Namun, dengan perencanaan yang matang dan dana segar, Newcastle berpotensi membangun ulang tim dengan pemain-pemain muda berbakat seperti Smit.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik dicermati karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League berlomba membangun skuad jangka panjang. Newcastle, yang kini berada di bawah kepemilikan dana investasi Arab Saudi, mulai menerapkan strategi beli pemain muda potensial dengan harga tinggi—mirip dengan pendekatan yang dilakukan klub-klub besar Eropa lainnya. Sementara itu, Tottenham di bawah asuhan Ange Postecoglou terus berupaya mendatangkan pemain bintang untuk bersaing di papan atas.
Jika kesepakatan Tonali-Smit benar-benar terjadi, ini akan menjadi salah satu transfer terbesar musim panas 2026. Pertanyaannya, mampukah Smit memenuhi ekspektasi sebagai pengganti Tonali di St James' Park? Atau justru Tottenham yang akan menuai keuntungan dengan mendapatkan gelandang kelas dunia?



