Messi dan Mbappe Kembali Ukir Sejarah: Duel Abadi di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi memecahkan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 18 gol, melewati Miroslav Klose.
- Kylian Mbappe menyamai catatan Klose (16 gol) hanya dalam tiga edisi, menunjukkan persaingan sengit dengan Messi.
- Jika Prancis dan Argentina bertemu lagi di final, kedua megabintang masih punya enam laga untuk menambah pundi-pundi gol.

Lionel Messi dan Kylian Mbappe kembali menuliskan babak baru dalam sejarah Piala Dunia. Empat tahun setelah final epik di Lusail yang mempertemukan Argentina dan Prancis, kedua megabintang itu kini memecahkan rekor demi rekor di ajang FIFA World Cup 2026. Messi resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen dengan 18 gol, sementara Mbappe tak mau ketinggalan dengan menyamai catatan legenda Jerman, Miroslav Klose.
Perjalanan Messi menuju puncak klasemen pencetak gol dimulai dengan gemilang. Dalam dua laga awal Argentina, ia mencetak trigol saat mengalahkan Aljazair 3-0, lalu menambahkan dua gol ke gawang Austria dalam kemenangan 2-0. Dengan torehan itu, pemuda berusia 38 tahun asal Rosario itu melampaui rekor Klose yang bertahan selama bertahun-tahun. Namun, Messi tetap rendah hati. "Sejujurnya, saya tidak ingat gol-gol itu. Saya lelah dan hanya ingin menikmati momen bersama rekan setim," ujarnya setelah pertandingan.
Di sisi lain, Mbappe menunjukkan konsistensi luar biasa. Kapten timnas Prancis itu mencetak dwigol beruntun saat melawan Senegal (3-1) dan Irak (3-0). Hasilnya, ia kini mengoleksi 16 gol dalam Piala Dunia—sama dengan Klose—meski baru tampil di tiga edisi, sementara Klose membutuhkan empat turnamen. "Saya sudah tahu Leo akan mencetak gol. Dia pemegang rekor, saya di belakangnya. Yang terpenting adalah membantu tim melaju sejauh mungkin," kata Mbappe menanggapi pencapaian mantan rekan setimnya di PSG itu.
Persaingan Messi dan Mbappe bukan sekadar angka. Final 2022 menjadi titik balik, di mana Messi mencetak dua gol dan Mbappe merespons dengan hat-trick—yang pertama dalam final sejak 1966. Saat itu, Messi mengakui bahwa kekalahan di final 2014 menjadi pengalaman pahit, sementara Mbappe, meski kalah, telah merasakan manisnya juara dunia pada 2018. Kini, keduanya saling mendorong batas kemampuan. "Leo adalah pemain terbaik di dunia bersama Cristiano. Selama 15 tahun, dia menunjukkan kualitas luar biasa. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik di panggung terbesar," puji Mbappe.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, duel ini memberikan tontonan kelas dunia yang langka. Meski Timnas Indonesia belum lolos ke Piala Dunia, persaingan Messi-Mbappe menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk bermimpi besar. Selain itu, potensi pertemuan ulang Argentina vs Prancis di final akan menjadi magnet bagi penonton Tanah Air yang kerap mendukung tim-tim besar. Jika skenario itu terwujud, bukan tidak mungkin rekor gol akan kembali terpecahkan. Pertanyaannya: siapa yang akan keluar sebagai pencetak gol terbanyak saat turnamen usai?



