Partey Siap Tampil Lawan Inggris Usai Absen di Laga Perdana Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Ghana Thomas Partey memastikan diri siap bermain melawan Inggris setelah visa bermasalah membuatnya absen di laga pembuka.
- Partey mengaku antusias berduel dengan mantan rekan setimnya di Arsenal, Declan Rice dan Bukayo Saka, di laga Grup L.
- Di balik lapangan, Partey masih menghadapi tuduhan pidana di Inggris yang membuat FA melarang pemainnya berkomentar.

Gelandang timnas Ghana, Thomas Partey, menyatakan kesiapannya untuk turun melawan Inggris pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026, Selasa (25/6) waktu setempat. Kepastian itu muncul setelah pemain berusia 33 tahun tersebut absen pada pertandingan pembuka kontra Panama akibat masalah visa yang menghambat perjalanannya ke Kanada.
Partey sebelumnya gagal bergabung dengan skuad Ghana saat mereka mengalahkan Panama 1-0 di Toronto. Visa pemain yang kini membela klub Arsenal itu ditolak oleh otoritas imigrasi Kanada, sehingga ia harus menunggu hingga tim pindah ke Amerika Serikat untuk bisa bergabung. Kini, ia telah tiba di markas latihan Ghana di Providence, Rhode Island, dan berlatih penuh bersama rekan setimnya.
Dalam sesi jumpa pers, Partey mengaku sudah melupakan kekecewaan tersebut dan fokus membantu tim. โIni bagian dari sepak bola. Hal-hal di luar lapangan kadang di luar kendali, tapi saya merasa baik dan siap bermain,โ ujarnya. Ia juga menyambut antusias duel melawan gelandang Inggris, Declan Rice, dan winger Bukayo Saka, yang pernah menjadi rekan setimnya di Arsenal. โSaya senang bertemu mereka lagi. Saya harap mereka tampil maksimal, dan kami pun bisa bersaing serta menikmati pertandingan,โ kata Partey.
Laga kontra Inggris menjadi ujian berat bagi Ghana. Inggris datang dengan skuad penuh bintang, termasuk Rice dan Saka yang sangat mengenal permainan Partey. Namun, kehadiran Partey di lini tengah diyakini bisa meningkatkan daya gedor Ghana. Pelatih Ghana, Otto Addo, belum memastikan apakah Partey akan langsung menjadi starter, tetapi kehadirannya memberi opsi taktik tambahan.
Di luar lapangan, sorotan kembali tertuju pada masalah hukum Partey. Ia tengah menghadapi tujuh tuduhan pemerkosaan dan dua tuduhan penyerangan seksual di pengadilan Inggris. Partey secara konsisten membantah semua tuduhan tersebut. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) telah menginstruksikan para pemainnya untuk tidak menanggapi pertanyaan media terkait kasus Partey, demi menjaga fokus pada pertandingan.
Bagi publik sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menyajikan duel antara dua tim dengan basis penggemar besar di Tanah Air. Ghana memiliki banyak pendukung di Indonesia, sementara Inggris selalu menjadi tim favorit. Pertandingan ini juga bisa menjadi ajang pembuktian bagi Partey yang karirnya di Arsenal sempat terganggu oleh isu di luar lapangan. Pertanyaannya, mampukah Partey tampil gemilang dan membawa Ghana meraih hasil positif, atau tekanan di luar lapangan akan mempengaruhi performanya?



