Messi Lampaui Rekor Klose: Dua Gol Hantarkan Argentina ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi mencetak dua gol saat Argentina mengalahkan Austria 2-0, sekaligus memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia milik Miroslav Klose.
- Kemenangan ini memastikan Argentina lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup J, sementara Austria harus menunggu hasil pertandingan lain.
- Rekor baru Messi menjadi sorotan global dan memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa, dengan implikasi pada popularitas sepak bola di Indonesia.

Lionel Messi resmi menorehkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia setelah dua golnya membawa Argentina menaklukkan Austria 2-0 di Dallas, Kamis (18/6) waktu setempat. Gol tersebut tidak hanya mengamankan tiket Argentina ke babak 32 besar, tetapi juga menggeser rekor legendaris Miroslav Klose yang bertahan selama hampir dua dekade.
Pertandingan Grup J ini menjadi panggung bagi Messi untuk menuntaskan misinya. Sebelum laga, ia sudah menyamai catatan 16 gol Klose berkat hattrick ke gawang Aljazair pada laga pembuka. Austria, yang baru saja meraih kemenangan perdana Piala Dunia sejak 1990 setelah mengalahkan Yordania 3-1, datang dengan ambisi mencuri poin. Namun, skuad asuhan Ralf Rangnick harus mengakui superioritas juara bertahan.
Jalannya pertandingan tidak sepenuhnya mulus bagi Argentina. Messi gagal mengeksekusi penalti pada menit kesembilan setelah VAR mengidentifikasi pelanggaran terhadap Lautaro Martínez. Tendangan pemain berusia 38 tahun itu melebar ke kanan gawang Alexander Schlager. Ini menjadi kegagalan ketiga Messi dari tujuh penalti yang ia ambil di Piala Dunia, sebuah catatan yang jarang terjadi.
Meski demikian, Argentina terus mendominasi. Pada menit ke-38, umpan tarik Facundo Medina dari sisi kiri disambut sepakan kaki kiri Messi yang meluncur mulus ke sudut gawang. Gol tersebut menjadi yang ke-17 baginya di Piala Dunia, sekaligus memecahkan rekor Klose. Stadion Dallas bergemuruh, dan rekan setimnya segera merayakan pencapaian bersejarah tersebut.
Pada babak kedua, Austria mencoba bangkit. Marcel Sabitzer mengancam lewat tendangan bebas pada menit ke-55, tetapi Emiliano Martínez mampu menepis. Peluang emas Austria datang pada menit ke-67 ketika Michael Gregoritsch menyundul bola melambung di atas mistar dari umpan Sabitzer. Namun, Argentina justru menggandakan keunggulan di masa injury time. Serangan balik cepat melibatkan Julián Álvarez yang berhadapan dengan Schlager. Tendangannya berhasil ditepis, tetapi bola rebound jatuh ke kaki Messi yang dengan tenang memasukkan bola untuk kedua kalinya.
Bagi Indonesia, pencapaian Messi menjadi pengingat akan pentingnya pengembangan bakat sejak dini. Meski tidak memiliki pemain sekelas Messi, Indonesia dapat belajar dari konsistensi dan dedikasi yang ditunjukkan pemain Argentina tersebut. Momentum Piala Dunia 2026 juga menjadi peluang bagi penggemar sepak bola Indonesia untuk menyaksikan aksi para legenda hidup, sekaligus memicu minat terhadap olahraga ini di tingkat akar rumput.
Dengan dua kemenangan, Argentina kini duduk nyaman di puncak Grup J. Austria masih memiliki peluang untuk lolos jika mampu mengalahkan Aljazair pada laga terakhir. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada Messi yang terus menulis ulang sejarah. Pertanyaannya, mampukah ia membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia? Atau akankah rekor barunya menjadi puncak karier sebelum gantung sepatu?



