Inter Bantah Negosiasi dengan Roma soal Ndicka, Fokus Buru Palestra
Baca dalam 60 detik
- Presiden Inter Beppe Marotta secara tegas membantah adanya pembicaraan dengan Roma terkait bek Evan Ndicka.
- Inter masih mengincar Marco Palestra dari Atalanta sebagai suksesor Denzel Dumfries yang akan hengkang ke Real Madrid.
- Ndicka, bek tengah asal Pantai Gading, menjadi pilar pertahanan Roma dengan kontrak hingga 2028.

Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, memastikan bahwa klubnya tidak sedang dalam negosiasi dengan AS Roma untuk merekrut bek tengah Evan Ndicka. Pernyataan itu disampaikan Marotta di sela-sela pemilihan presiden baru Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) di Roma, Selasa (4/2/2025).
Marotta yang hadir dalam acara pemilihan Giovanni Malagรฒ sebagai presiden FIGC, langsung dihadapkan pada pertanyaan seputar strategi transfer Inter setelah sukses meraih gelar ganda musim iniโScudetto dan Coppa Italia. Ia menegaskan bahwa rumor yang mengaitkan Inter dengan Ndicka tidak berdasar. โKami belum membahas apa pun untuk saat ini, kami tidak mencarinya. Jadi jika Anda bertanya apakah kami sedang dalam negosiasi untuknya, jawabannya tentu tidak,โ ujar Marotta.
Sebaliknya, Inter masih memprioritaskan perekrutan Marco Palestra, bek sayap Atalanta yang dianggap sebagai pewaris ideal Denzel Dumfries. Dumfries dikabarkan akan bergabung dengan Real Madrid pada bursa transfer musim panas mendatang. Namun, Marotta mengakui belum ada perkembangan signifikan terkait pemain berusia 22 tahun tersebut. โTidak ada kabar baru soal itu,โ katanya singkat.
Ndicka, yang akan berusia 27 tahun pada Agustus mendatang, telah menjadi pilar penting di lini belakang Roma sejak bergabung dari Eintracht Frankfurt. Meski kontraknya masih panjang, spekulasi masa depannya terus bergulir. Namun, pernyataan Marotta seolah menutup peluang Inter untuk mendatangkan pemain asal Pantai Gading tersebut dalam waktu dekat.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Inter yang fokus pada Palestra dinilai strategis. Selain lebih muda, Palestra dianggap memiliki potensi besar untuk berkembang di bawah asuhan Simone Inzaghi. Namun, banderol mahal Atalanta bisa menjadi kendala, terutama jika Inter harus bersaing dengan klub-klub kaya Eropa lainnya.
Di sisi lain, Roma tentu bernapas lega dengan pernyataan Marotta. Kehilangan Ndicka di tengah musim akan menjadi pukulan berat bagi skuad asuhan Daniele De Rossi. Namun, dengan kontrak yang masih panjang, Roma memiliki posisi tawar yang kuat jika ada tawaran serius di kemudian hari.
Ke depan, bursa transfer musim panas akan menjadi ujian bagi strategi Inter. Akankah mereka berhasil mengamankan Palestra atau justru beralih ke target lain? Sementara itu, Ndicka kemungkinan besar akan tetap berseragam Giallorossi setidaknya hingga musim depan.



