Platini Ungkap Favorit Piala Dunia 2026: Prancis di Atas Kertas, Taruhan di Portugal
Baca dalam 60 detik
- Michel Platini menilai Prancis sebagai tim terkuat di atas kertas untuk Piala Dunia 2026, namun secara pribadi memilih Portugal sebagai kandidat juara.
- Legenda Juventus itu mendukung ekspansi Piala Dunia menjadi 48 tim, menyebutnya sebagai langkah tepat untuk memberi kesempatan bagi negara-negara berkembang seperti di Afrika.
- Platini juga membela Jonathan David yang kurang bersinar di Juventus, menilai performa striker sangat bergantung pada dukungan tim, berbeda dengan gelandang.

Michel Platini, legenda sepak bola Prancis dan Juventus, memberikan pandangannya mengenai Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Dalam sebuah acara amal Yayasan Vialli dan Mauro di Turin, Platini menyebut Prancis sebagai tim terkuat di atas kertas, namun ia secara pribadi akan memasang taruhan pada Portugal.
Pernyataan Platini ini muncul di tengah persiapan menuju turnamen yang telah diperluas menjadi 48 tim. Ekspansi ini, menurut Platini, adalah langkah yang tepat. "Saya tidak tahu apakah 48 tim terlalu sedikit atau terlalu banyak, tetapi sesuatu harus dilakukan untuk negara-negara seperti di Afrika," ujarnya. Dukungan ini sejalan dengan kebijakan FIFA yang ingin memberikan lebih banyak kesempatan bagi negara-negara dengan tradisi sepak bola yang sedang berkembang.
Selain membahas favorit, Platini juga memuji perubahan protokol pembukaan yang diilhami oleh legenda Italia, Alessandro Del Piero. Ide untuk menampilkan tim berjalan keluar saat lagu kebangsaan dikumandangkan dinilai sangat emosional. "Saya menganggap momen lagu kebangsaan dengan tim yang berbaris seperti itu sangat menggugah," kata Platini.
Platini juga menyoroti situasi Jonathan David, striker asal Kanada yang menjadi top skor sementara Piala Dunia 2026 bersama Lionel Messi dan Deniz Undav dengan tiga gol. Meski tajam di level internasional, David kesulitan beradaptasi di Juventus setelah bergabung pada musim panas lalu. Klub disebut-sebut siap mendengarkan tawaran untuk pemain berusia 26 tahun tersebut.
Menurut Platini, kegagalan David bukan semata-mata kesalahannya. Sebagai mantan gelandang, Platini menilai bahwa posisi gelandang lebih mudah beradaptasi karena sering menyentuh bola. "Untuk seorang penyerang, semuanya tergantung pada tim. Jika tim tidak bermain untuknya, akan sulit bersinar," jelasnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa masalah di lini tengah Juventus mungkin menjadi penyebab utama ketidakmampuan David menunjukkan performa terbaiknya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, Piala Dunia 2026 menjadi ajang yang dinantikan, terutama dengan format baru yang memberikan peluang lebih besar bagi tim-tim underdog. Ekspansi ini juga bisa membuka jalan bagi lebih banyak pemain Asia untuk tampil di panggung dunia, mengingat kuota Asia bertambah. Sementara itu, kasus Jonathan David menjadi pengingat bahwa adaptasi pemain di klub baru tidak selalu mulus, dan dukungan taktik sangat menentukan.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Prancis mampu membuktikan status favorit mereka, atau justru Portugal yang akan mengejutkan dunia seperti yang diprediksi Platini? Dan mampukah Jonathan David bangkit di sisa musim bersama Juventus, atau ia akan mencari pelabuhan baru? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa bulan mendatang.



