Samurai Biru Tundukkan Tunisia, Rating TV di Jepang Tembus 30 Persen
Baca dalam 60 detik
- Pertandingan kedua Jepang di Piala Dunia 2026 melawan Tunisia mencatat rating televisi rata-rata 30,2 persen di area Tokyo.
- Angka tersebut mencerminkan antusiasme publik Jepang yang tinggi, terutama setelah kemenangan telak 4-0 atas Tunisia.
- Fenomena ini bisa menjadi indikator potensi pasar sepak bola global yang juga relevan bagi perkembangan industri olahraga di Indonesia.

Pertandingan kedua Jepang di Piala Dunia 2026 Grup F melawan Tunisia yang berlangsung di Meksiko sukses menyedot perhatian publik Negeri Sakura. Data dari Video Research Ltd. menunjukkan bahwa siaran langsung laga tersebut di televisi terestrial mencatat rata-rata rating pemirsa sebesar 30,2 persen di wilayah Kanto yang meliputi Tokyo dan sekitarnya.
Angka rating tersebut diperoleh dari siaran yang dilakukan oleh Nippon TV dan stasiun afiliasinya pada Minggu (22/6) pukul 13.00 waktu setempat. Tidak hanya di Tokyo, antusiasme serupa juga terlihat di wilayah Kansai yang berpusat di Osaka, di mana rating rata-rata mencapai 30,5 persen. Puncak rating terjadi saat pertandingan usai sekitar pukul 15.00, dengan angka 37,0 persen di Kanto dan 37,5 persen di Kansai.
Kemenangan telak Jepang dengan skor 4-0 atas Tunisia menjadi daya tarik utama. Laga ini juga bisa disaksikan melalui berbagai platform lain, termasuk saluran satelit BS milik NHK dan layanan streaming DAZN. Keberagaman akses ini menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat Jepang terhadap perjalanan tim nasional mereka di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Fenomena rating tinggi ini tidak hanya menjadi indikator popularitas sepak bola di Jepang, tetapi juga memberikan gambaran tentang potensi pasar sepak bola global. Bagi Indonesia, angka-angka ini bisa menjadi bahan pembelajaran. Dengan basis penggemar sepak bola yang besar, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan industri penyiaran olahraga dan meningkatkan kualitas tayangan pertandingan nasional maupun internasional.
Menurut analis media, tingginya angka rating tersebut juga dipengaruhi oleh faktor waktu tayang yang strategis, yaitu siang hari di akhir pekan. Hal ini memungkinkan lebih banyak pemirsa untuk menyaksikan secara langsung. Selain itu, performa impresif Samurai Biru di bawah asuhan pelatih Hajime Moriyasu turut mendongkrak minat publik.
Ke depannya, Jepang masih akan melakoni laga penentu di fase grup. Jika berhasil melaju ke babak gugur, bukan tidak mungkin rating televisi akan semakin meroket. Pertanyaannya, mampukah Indonesia memanfaatkan momentum serupa untuk mendongkrak industri sepak bola nasional?



