Yamal Bersinar di Debut Piala Dunia, Pelatih Spanyol Pilih Lindungi Aset Muda
Baca dalam 60 detik
- Lamine Yamal tampil gemilang dengan satu gol dan assist di babak pertama saat Spanyol menekuk Arab Saudi 4-0.
- Pelatih Luis de la Fuente menarik Yamal saat jeda untuk menjaga kebugarannya, mengingat cedera hamstring yang baru pulih.
- Keputusan tersebut menunjukkan strategi Spanyol mengelola pemain kunci demi laga krusial melawan Uruguay.

Lamine Yamal hanya butuh 10 menit untuk membuktikan mengapa ia dianggap sebagai masa depan sepak bola Spanyol. Dalam laga kedua Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta, Minggu (21/6), pemain sayap 18 tahun itu menjadi motor kemenangan 4-0 atas Arab Saudi, sebelum akhirnya ditarik keluar pada babak pertama demi menjaga kebugarannya.
Yamal, yang baru pulih dari cedera hamstring, langsung menggebrak sejak menit awal. Ia membuka skor pada menit ke-10 dengan menyambar umpan silang Mikel Oyarzabal, yang kemudian mencetak dua gol tambahan sebelum turun minum. Penampilan Yamal memicu sorak sorai 69.000 penonton di Atlanta Stadium, banyak di antaranya mengenakan kostum Spanyol dengan nama Yamal di punggung.
Namun, pelatih Luis de la Fuente memilih menarik Yamal saat jeda, meski sang pemain tidak menunjukkan tanda kelelahan. Keputusan ini diambil untuk mengelola risiko cedera, mengingat Yamal baru pertama kali menjadi starter sejak April. Sebelum laga, De la Fuente bahkan membandingkan kreativitas Yamal dengan seniman Salvador Dalรญ dan Michelangelo.
โDia akan bermain lebih lama jika kami membutuhkannya, tetapi situasi sudah terkendali dan kontribusinya sudah cukup,โ ujar De la Fuente usai pertandingan. โKami bisa saja mempertahankannya sepanjang laga, tetapi dia sudah kembali dan fit.โ
Keputusan ini menunjukkan pendekatan hati-hati Spanyol dalam mengelola pemain mudanya. Yamal, yang menjadi starter termuda di Piala Dunia 2026, dianggap sebagai aset berharga untuk laga selanjutnya melawan Uruguay di Guadalajara pada Jumat (26/6). Pertandingan itu akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Spanyol, setelah bermain imbang 0-0 dengan Cape Verde di laga pembuka.
Bagi Indonesia, strategi Spanyol ini bisa menjadi pelajaran dalam mengelola pemain muda berbakat. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) tengah gencar mempromosikan pemain U-20 ke level senior, dan kasus Yamal menunjukkan pentingnya manajemen beban agar talenta muda tidak cepat terbakar. Di sisi lain, performa Yamal juga menjadi pengingat bahwa sepak bola modern membutuhkan keseimbangan antara eksploitasi bakat dan perlindungan pemain.
Dengan kemenangan ini, Spanyol naik ke puncak klasemen Grup H dengan empat poin, unggul selisih gol atas Uruguay yang juga mengoleksi empat poin. Pertanyaan selanjutnya: apakah De la Fuente akan kembali menurunkan Yamal sejak awal melawan Uruguay, atau tetap memainkannya sebagai supersub? Keputusan itu akan menentukan peluang Spanyol lolos ke babak 16 besar.



