Konser Perdana Nmixx di Singapura: Vokal Superior dan Solidaritas yang Menggetarkan
Baca dalam 60 detik
- Grup K-pop Nmixx sukses menggelar konser tur dunia pertama mereka di Singapura, menonjolkan kemampuan vokal dan musikalitas tanpa mengandalkan efek panggung megah.
- Anggota Sullyoon tampil maksimal meski cedera punggung, sementara Lily menjadi bintang malam dengan teknik vokal tinggi dan humor spontan.
- Momen haru terjadi saat Sullyoon menangis dan meminta maaf kepada penggemar, menunjukkan ikatan erat antar anggota grup.

Grup vokal K-pop Nmixx membuktikan diri sebagai salah satu andalan industri musik Korea Selatan saat menggelar konser perdana tur dunia mereka, Episode 1: Zero Frontier, di The Star Theatre, Singapura, Sabtu (20/6). Dalam pertunjukan selama dua setengah jam, keenam anggotaโLily, Haewon, Sullyoon, Bae, Jiwoo, dan Kyujinโmenyuguhkan penampilan vokal yang memukau tanpa mengandalkan properti panggung yang berlebihan.
Konser ini menjadi yang pertama bagi Nmixx di Singapura setelah tiga tahun absen. Dengan repertoar lagu yang lebih kaya dan jam terbang yang makin padat, grup bentukan JYP Entertainment itu tampil percaya diri. Alih-alih menggunakan set panggung rumit, mereka mengandalkan nyanyian live dan iringan band, termasuk seorang pemain saksofon, untuk menghidupkan setiap lagu.
Penampilan vokal menjadi pusat perhatian. Lily, personel tertua berusia 23 tahun, tampil sebagai bintang malam itu. Teknik high note-nya yang mudah dan improvisasi vokal spontan membuat penonton terpukau. Ia juga mencuri perhatian dengan humor segar saat mengaku sempat berhenti bernyanyi karena geli melihat seorang penggemar yang terganggu oleh confetti yang berjatuhan.
Satu lagi sorotan adalah Sullyoon, yang tetap tampil maksimal meski mengalami cedera punggung. Sebelum konser, agensi mengumumkan bahwa ia disarankan menghindari gerakan berat. Sebagian besar penampilan ia lakukan sambil duduk, namun vokalnya tetap stabil. Ia bahkan ikut bergabung dalam formasi untuk lagu-lagu ringan seperti Young, Dumb, Stupid dan Break The Wall.
Momen paling emosional terjadi di segmen penutup. Sullyoon menangis dan meminta maaf kepada penggemar karena tidak bisa tampil maksimal. Penonton membalas dengan sorakan semangat, sementara anggota lain segera menghiburnya. Bae bahkan menyempatkan diri dalam pidato penutup untuk meyakinkan Sullyoon bahwa ia telah melakukan yang terbaik.
Bagi penggemar K-pop di Indonesia, konser ini menjadi pengingat bahwa Nmixx adalah grup yang patut diperhitungkan. Dengan pendekatan yang mengedepankan kualitas vokal dan kehangatan interpersonal, mereka menawarkan alternatif dari grup-grup yang mengandalkan koreografi rumit atau efek visual. Pertanyaan selanjutnya: apakah Nmixx akan membawa tur ini ke Jakarta? Jika ya, para penggemar di Tanah Air bisa berharap pada pengalaman serupa yang intim dan bermusik.



