Waspada Hoaks WhatsApp Bagi-bagi Hadiah HUT ke-18, Begini Ciri Penipuannya
Baca dalam 60 detik
- Unggahan di Facebook mengklaim WhatsApp Indonesia membagikan hadiah mobil dalam rangka HUT ke-18, namun klaim itu palsu.
- Penelusuran tim antihoaks tidak menemukan informasi valid dari media kredibel maupun keterangan resmi WhatsApp.
- Masyarakat diimbau tidak mudah percaya dan selalu verifikasi melalui kanal resmi sebelum membagikan data pribadi.

Klaim bahwa PT WhatsApp Indonesia membagikan hadiah mobil dan uang tunai dalam rangka hari ulang tahun ke-18 perusahaan yang beredar di media sosial adalah hoaks. Unggahan berupa foto yang viral di Facebook sejak pekan ketiga Juni 2026 itu tidak memiliki dasar faktual dan telah dibantah oleh tim pemeriksa fakta.
Beredarnya informasi tersebut memanfaatkan momen HUT WhatsApp yang tidak pernah dikonfirmasi secara resmi. Dalam unggahan, pengguna diarahkan untuk menghubungi nomor WhatsApp tertentu guna mengklaim hadiah. Namun, setelah ditelusuri menggunakan mesin pencari dengan kata kunci "PT WhatsApp Indonesia bagi-bagi mobil rayakan HUT", tidak ditemukan satu pun pemberitaan dari media arus utama yang mendukung klaim tersebut.
Pemeriksaan lebih lanjut terhadap nomor kontak yang dicantumkan juga menunjukkan bahwa nomor tersebut tidak terafiliasi dengan layanan WhatsApp. Tim dari turnbackhoax.id, yang dikutip dalam laporan Polri, memastikan bahwa tautan dan nomor tersebut merupakan modus penipuan yang lazim digunakan untuk menjaring data pribadi korban.
Fenomena hoaks semacam ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia. Sebelumnya, modus serupa juga pernah mengatasnamakan perusahaan telekomunikasi, e-commerce, hingga layanan perbankan. Pola yang digunakan hampir sama: mengiming-imingi hadiah besar dengan syarat korban menghubungi nomor tertentu atau mengklik tautan mencurigakan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Kepolisian RI secara rutin mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Langkah sederhana seperti mengecek situs resmi perusahaan, menghubungi layanan pelanggan resmi, atau mencari pemberitaan dari media terpercaya dapat mencegah terjadinya penipuan.
Bagi pengguna WhatsApp di Indonesia, penting untuk diingat bahwa perusahaan tidak pernah meminta pengguna menghubungi nomor pribadi untuk mengklaim hadiah. Seluruh program resmi biasanya diumumkan melalui kanal resmi seperti situs web, akun media sosial terverifikasi, atau pemberitahuan dalam aplikasi. Jika menemukan tawaran yang mencurigakan, segera laporkan ke platform atau pihak berwajib.
Ke depan, literasi digital masyarakat menjadi kunci utama dalam menangkal penyebaran hoaks. Pertanyaan yang perlu diajukan: sejauh mana kesadaran pengguna internet Indonesia dalam memilah informasi sebelum mempercayai dan membagikannya?



