Samurai Blue Makin Percaya Diri: Kemenangan Telak atas Tunisia Jadi Pijakan ke Babak Berikutnya
Baca dalam 60 detik
- Jepang menekuk Tunisia 4-0 pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026, mengamankan posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi empat poin.
- Kiper Zion Suzuki menilai kemenangan ini membuktikan timnya berada di jalur tepat untuk bersaing dengan tim-tim unggulan dan melaju jauh di turnamen.
- Laga kontra Tunisia menjadi pertandingan ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia, menambah nilai historis bagi skuad Samurai Blue.

Jepang menunjukkan taringnya di Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Tunisia 4-0 di Estadio Monterrey, Selasa (24/6) waktu setempat. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiga poin berharga, tetapi juga menegaskan ambisi Samurai Blue untuk menembus fase gugur dan bahkan berbicara banyak di turnamen.
Hasil tersebut membuat Jepang mengoleksi empat poin dari dua laga, sama dengan Belanda yang memuncaki Grup F. Namun, Belanda unggul selisih gol. Jepang masih menyisakan satu pertandingan penyisihan grup melawan Swedia pada 25 Juni mendatang. Jika mampu memenangi laga tersebut, peluang lolos ke babak 16 besar terbuka lebar.
Kiper utama Jepang, Zion Suzuki, yang bermain di klub Italia dan tampil konsisten musim ini, mengaku puas dengan performa timnya. โKami berada di jalur yang tepat untuk mencapai apa yang kami targetkan,โ ujarnya kepada FIFA usai pertandingan. Ia menambahkan, meski hanya bermain imbang melawan Belanda di laga pertama, kemenangan telak atas Tunisia menjadi suntikan moral besar.
Kemenangan ini juga menjadi momentum bagi pemain muda Jepang. Junnosuke Suzuki, yang baru menjalani debut Piala Dunia sebagai pemain pengganti, mengungkapkan kebahagiaannya. โTarget kami adalah menjadi juara dunia. Tapi untuk sekarang, kami fokus satu pertandingan demi satu pertandingan,โ kata pemain berusia 22 tahun itu.
Dominasi Jepang sudah terlihat sejak menit awal. Gol cepat Daichi Kamada membuat Tunisia tertekan dan sulit mengembangkan permainan. Pelatih Hajime Moriyasu dinilai berhasil meracik strategi yang tepat, terutama dalam membaca perubahan taktik lawan yang baru berganti pelatih usai kalah dari Swedia.
Bagi Indonesia, performa Jepang ini bisa menjadi pelajaran berharga. Timnas Indonesia yang tengah membangun skuad muda dan ambisius bisa mencontoh pendekatan Jepang: konsistensi, disiplin taktik, dan mentalitas pantang menyerah. Jepang membuktikan bahwa tim Asia mampu bersaing dengan raksasa Eropa dan Afrika di panggung tertinggi sepak bola.
Laga penentu melawan Swedia akan menjadi ujian sesungguhnya. Jika Jepang mampu meraih kemenangan, mereka dipastikan lolos ke babak gugur dan berpotensi menghadapi lawan berat dari Grup E. Pertanyaannya, bisakah Samurai Blue mempertahankan performa impresif ini dan melanjutkan langkah bersejarah mereka?



