Kekalahan Telak di Oval: Inggris Babak Belur, Kiwi Samakan Kedudukan
Baca dalam 60 detik
- New Zealand menundukkan Inggris dengan selisih 253 run di The Oval, menyamakan skor seri 1-1.
- Performa buruk top order Inggris—rata-rata 8,5 dari empat inning—jadi sorotan utama kekalahan ini.
- Pertandingan penentu di Trent Bridge akan menguji konsistensi skuad muda Inggris melawan momentum Selandia Baru.

New Zealand sukses membalas kekalahan di Lord's dengan kemenangan telak 253 run atas Inggris pada Test kedua di The Oval, London. Hasil ini membuat skor seri imbang 1-1 dan memaksa kedua tim menjalani laga penentu di Trent Bridge. Kekalahan tersebut sekaligus mengungkap kerapuhan barisan pemukul muda Inggris yang masih kesulitan menghadapi tekanan di level tertinggi.
Kapten sementara Joe Root, yang menorehkan rekor sebagai pemain kedua dalam sejarah yang mencapai 14.000 run Test, hanya mampu menyumbang 77 run di inning kedua. Namun, kontribusinya tak cukup untuk mengejar target 299 run yang ditetapkan Kiwi. Root menjadi satu-satunya pemain Inggris yang konsisten, sementara rekan-rekannya gagal memberikan dukungan berarti.
Di sisi lain, New Zealand tampil solid berkat penampilan gemilang Matt Henry yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Henry mengemas 11 wicket dalam laga ini, termasuk dua kali menyingkirkan Root dan Harry Brook. Dukungan dari Tom Latham (83 run) dan Daryl Mitchell (56 run) di inning kedua memastikan keunggulan Kiwi tak terkejar.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi skuad Inggris yang mayoritas dihuni pemain muda. Dari 11 pemain yang diturunkan, hanya Root yang memiliki pengalaman lebih dari 100 Test. Debutan Jordan Cox dan Jacob Bethell tampak kewalahan, dengan Cox hanya mencetak 24 dan 15 run serta melakukan kesalahan di belakang wicket. Sementara itu, posisi nomor tiga yang diisi oleh Ollie Pope kembali menjadi sorotan setelah ia hanya mampu mengumpulkan 9 dan 0 run.
Bagi Indonesia, hasil ini menarik untuk dicermati mengingat semakin banyak pemain muda yang menembus tim nasional. Pelajaran dari kegagalan Inggris adalah pentingnya pengalaman dan konsistensi di level internasional. Regenerasi memang perlu, tetapi tanpa keseimbangan antara pemain senior dan junior, risiko kekalahan seperti yang dialami Inggris bisa terulang.
Pertandingan penentu di Trent Bridge akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim. Inggris harus segera memperbaiki performa top order-nya jika ingin memenangkan seri. Sementara New Zealand, dengan momentum positif, berpeluang besar merebut kemenangan. Akankah skuad muda Inggris bangkit, atau Kiwi akan pulang dengan trofi? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.