Jangan Timbun Uang di Rekening: Berapa Saldo Ideal yang Disarankan Pakar?
Baca dalam 60 detik
- Para perencana keuangan menyarankan saldo rekening hanya cukup untuk kebutuhan satu hingga dua minggu, sisanya dialokasikan ke instrumen produktif.
- Menimbun uang tunai berlebih di rekening rentan terhadap penipuan, kesalahan transaksi, dan tergerus inflasi.
- Dana darurat sebaiknya dipisahkan di rekening tabungan berbunga tinggi, setara tiga hingga enam bulan pengeluaran.

Menyimpan uang di rekening bank memang praktis dan likuid, tetapi para perencana keuangan memperingatkan bahwa kebiasaan menimbun dana dalam jumlah besar justru bisa merugikan. Risiko penipuan, kesalahan transaksi, dan inflasi mengintai nilai uang yang dibiarkan mengendap tanpa pertumbuhan. Lantas, berapa batas aman saldo rekening yang ideal?
Menurut Jessica Goedtel, perencana keuangan bersertifikat dari Pennsylvania, rekening tabungan tidak memiliki perlindungan sekuat kartu kredit. Jika terjadi pembobolan, dana bisa lebih sulit dikembalikan. Karena itu, ia menyarankan agar saldo rekening hanya cukup untuk menutup kebutuhan satu bulan, seperti tagihan dan belanja rutin.
Pandangan yang lebih ketat datang dari Gregory Guenther, yang merekomendasikan dana di rekening hanya untuk kebutuhan satu hingga dua minggu. "Jika terlalu sedikit, Anda akan cemas; jika terlalu banyak, Anda kehilangan potensi pertumbuhan dari instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi," ujarnya. Keseimbangan yang tepat bersifat personal, tetapi idealnya Anda tidak perlu mengecek saldo sebelum membeli kebutuhan pokok.
Bagi masyarakat Indonesia, kebiasaan menyimpan uang tunai di rekening masih lazim, terutama di kalangan pekerja yang mengandalkan gaji bulanan. Namun, dengan suku bunga tabungan yang rendahโrata-rata di bawah 1% per tahunโnilai riil uang terus tergerus. Inflasi tahunan Indonesia yang berkisar 3-4% membuat daya beli menurun jika dana tidak dialokasikan ke instrumen investasi seperti deposito, reksa dana, atau emas.
Perencana keuangan juga mengingatkan perbedaan antara saldo operasional dan dana darurat. Tabungan darurat harus ditempatkan di rekening terpisah yang mudah diakses, seperti tabungan berbunga tinggi, untuk menghadapi pengeluaran tak terduga seperti biaya medis atau kehilangan pekerjaan. Besarannya setara tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin.
Dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu, menjaga likuiditas memang penting. Namun, jangan sampai kenyamanan akses tunai mengorbankan potensi pertumbuhan kekayaan. Pertanyaan selanjutnya: apakah nasabah Indonesia sudah siap memindahkan kelebihan saldo ke instrumen yang lebih produktif?



