Kieron Pollard Resmi Lampaui Rekor Chris Gayle sebagai Pencetak Run Terbanyak di T20
Baca dalam 60 detik
- Kieron Pollard mencetak 14.583 run sepanjang karier T20, menggeser posisi Chris Gayle yang memegang rekor sejak 2014.
- Pemain berusia 39 tahun itu juga memegang rekor penampilan terbanyak di T20 dengan 736 pertandingan.
- Rekor ini berpotensi berganti dalam waktu dekat karena Alex Hales dan Jos Buttler hanya terpaut sedikit run.

Kieron Pollard, mantan pemain serba bisa asal Hindia Barat, resmi menyalip rekan senegaranya Chris Gayle sebagai pencetak run terbanyak dalam sejarah kriket T20. Pencapaian ini diraih setelah ia mengumpulkan 14.583 run, unggul tipis dari catatan Gayle yang mencapai 14.562 run.
Pollard yang kini berusia 39 tahun menorehkan rekor tersebut saat membela MI New York di ajang Major League Cricket (MLC) di Amerika Serikat. Dalam pertandingan melawan Washington Freedom, ia mencetak satu abad (100 run) meskipun timnya kalah dengan selisih 30 run. Ini merupakan abad keduanya sepanjang karier T20.
Menariknya, Pollard adalah satu-satunya pemain di posisi tengah (middle-order) yang masuk dalam enam besar pencetak run terbanyak T20. Lima pemain lainnya berposisi sebagai pembuka (opener) atau pemain urutan atas. Hal ini menunjukkan konsistensi dan kemampuan adaptasinya di berbagai situasi pertandingan.
Chris Gayle, yang terakhir kali bermain T20 kompetitif pada 2022, telah memimpin daftar pencetak run sejak Maret 2014. Ia juga masih memegang rekor jumlah six terbanyak dengan 1.056 six, sementara Pollard tertinggal 70 six di belakangnya. Gayle dikenal sebagai pemukul paling cepat mencapai setiap tonggak sejarah antara 6.000 hingga 14.000 run T20.
Rekor ini diperkirakan akan berganti kepemilikan beberapa kali dalam beberapa bulan mendatang. Alex Hales, mantan pembuka Inggris, berada di peringkat ketiga dengan selisih 134 run, sementara Jos Buttler di peringkat keempat terpaut 212 run. Buttler dijadwalkan tampil dalam hingga delapan pertandingan T20 bersama Inggris antara Juli dan September, yang memberinya peluang besar untuk mendekati atau bahkan melampaui rekor tersebut.
Pollard saat ini merangkap sebagai pemain dan pelatih. Ia pernah menjadi pelatih batting untuk Mumbai Indians di Indian Premier League (IPL) dan akan menjabat sebagai kepala pelatih MI London di turnamen The Hundred musim panas ini. Karier gandanya ini menunjukkan dedikasinya terhadap olahraga kriket, baik di dalam maupun luar lapangan.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, prestasi Pollard menjadi inspirasi bahwa konsistensi dan kerja keras dapat membawa seseorang ke puncak. Meskipun kriket belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, pencapaian seperti ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan minat terhadap olahraga yang tengah berkembang di Indonesia, terutama dengan adanya turnamen internasional yang semakin mudah diakses.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah rekor ini bertahan lama di tangan Pollard, atau akan segera direbut oleh Hales atau Buttler? Yang jelas, persaingan di puncak pencetak run T20 semakin menarik untuk diikuti.