Como Siapkan Gebrakan: Chalobah dan Couto Jalani Tes Medis, Total Investasi Capai Rp600 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Bek Chelsea Trevoh Chalobah dan bek Dortmund Yan Couto tiba di Como untuk menjalani tes medis, menandai langkah besar klub promosi asal Italia itu di bursa transfer.
- Nilai transfer gabungan kedua pemain diperkirakan mencapai โฌ55 juta (sekitar Rp950 miliar), dengan skema pembayaran yang berbeda: Chalobah diboyong permanen, sedangkan Couto dipinjam dengan opsi beli.
- Kedatangan dua pemain ini menjadi sinyal ambisi Como untuk bersaing di Liga Champions, sekaligus menarik perhatian pasar Asia, termasuk Indonesia, yang semakin dekat dengan sepak bola Eropa.

Klub promosi Serie A, Como, tengah menjadi pusat perhatian bursa transfer musim panas ini. Dua bek incaran utama, Trevoh Chalobah dari Chelsea dan Yan Couto dari Borussia Dortmund, dilaporkan telah tiba di fasilitas medis klub untuk menjalani pemeriksaan kesehatan pada Rabu (5/8/2026). Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Como tidak hanya berniat bertahan di kasta tertinggi, tetapi juga siap bersaing di pentas Liga Champions musim depan.
Chalobah, yang baru saja membela Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 dan meraih medali perunggu, menjadi rekrutan termahal klub yang bermarkas di tepi Danau Como itu. Menurut laporan yang beredar, kesepakatan transfer bek berusia 27 tahun tersebut mencapai โฌ30 juta plus bonus. Ini merupakan penjualan permanen pertama bagi pemain didikan akademi Chelsea tersebut, menandai babak baru dalam kariernya di luar Stamford Bridge.
Sementara itu, Couto tiba dengan skema yang berbeda. Bek asal Brasil itu akan dipinjam dengan biaya โฌ3 juta, dengan opsi pembelian di akhir musim sebesar โฌ22 juta. Como juga disebut menanggung penuh gaji pemain yang diperkirakan mencapai โฌ5 juta per musim. Total investasi untuk kedua pemain, jika opsi beli Couto dieksekusi, mencapai โฌ55 juta atau setara lebih dari Rp950 miliar.
Kedatangan dua pemain ini tidak lepas dari ambisi pelatih Cesc Fabregas, yang ingin memperkuat lini pertahanan timnya. Chalobah, yang dikenal dengan kemampuan membaca permainan dan ketenangan dalam menguasai bola, diharapkan menjadi pemimpin di lini belakang. Adapun Couto, yang memiliki kecepatan dan kemampuan menyerang dari sisi kanan, akan memberikan dimensi baru dalam skema serangan Como.
โSaya selalu siap. Saya tidak sabar untuk memulai,โ ujar Chalobah singkat saat memasuki pusat medis di Monza, seperti dikutip dari Gianluca Di Marzio. Pernyataan tersebut mencerminkan antusiasme pemain yang sempat dipinjamkan ke beberapa klub sebelum akhirnya hengkang secara permanen.
Fenomena Como menarik untuk dicermati, terutama bagi pengamat sepak bola di Indonesia. Klub yang identik dengan kota wisata ini menunjukkan bahwa promosi bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari sebuah proyek ambisius. Kehadiran pemain-pemain berkaliber Liga Champions di klub yang baru dua musim meninggalkan Serie B menjadi bukti bahwa investasi dan manajemen yang tepat dapat mengubah wajah sebuah klub dalam waktu singkat.
Bagi pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, langkah Como ini bisa menjadi daya tarik tersendiri. Dengan semakin banyaknya pemain Asia yang merumput di Eropa, kedatangan pemain-pemain seperti Chalobah dan Couto dapat meningkatkan popularitas klub di kawasan ini. Apalagi, Como dikenal sebagai destinasi favorit para pesepakbola top yang ingin menikmati gaya hidup mewah di Italia utara.
Langkah berikutnya yang dinantikan adalah bagaimana Fabregas akan meramu kedua pemain ini ke dalam taktiknya. Apakah Chalobah akan langsung menjadi starter di laga perdana Liga Champions? Atau Couto akan lebih dulu beradaptasi dengan ritme permainan Italia? Pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan, saat Serie A musim 2026/2027 resmi bergulir.



