Hassan Bantah Keretakan dengan Salah: Mesir Berburu Kemenangan Perdana di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Mesir Hossam Hassan membantah isu ketegangan dengan bintang Mohamed Salah jelang laga hidup mati melawan Selandia Baru.
- Salah yang sempat ditarik keluar di laga pembuka tetap menjadi pilar utama, dengan Hassan menegaskan tidak ada pemain favorit dalam skuadnya.
- Kemenangan perdana di Piala Dunia menjadi target kedua tim untuk menjaga asa lolos ke fase gugur.

Pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, dengan tegas membantah adanya keretakan hubungan dengan bintang utama Mohamed Salah menjelang pertandingan krusial Grup G Piala Dunia melawan Selandia Baru, Minggu (22/6) di BC Place, Vancouver. Hassan menegaskan bahwa skuadnya dalam kondisi solid dan siap mengukir sejarah dengan meraih kemenangan pertama mereka di ajang empat tahunan tersebut.
Isu ketegangan mencuat setelah Salah, yang mencetak sembilan gol selama babak kualifikasi, ditarik keluar pada menit ke-76 saat Mesir bermain imbang 1-1 melawan Belgia di Seattle. Pemain berusia 34 tahun itu digantikan oleh remaja berbakat Hamza Abdelkarim. Namun, Hassan menampik spekulasi tersebut dan menegaskan bahwa keputusan taktis adalah hal biasa dalam sepak bola.
โSalah adalah pemain penting bagi tim, dan 26 pemain yang ada di sini bersama saya juga sangat penting,โ ujar Hassan dalam konferensi pers. โSetiap pemain yang pernah bekerja dengan saya tahu bahwa saya memperlakukan mereka secara profesional. Saya tidak punya favorit.โ Hassan juga memuji disiplin dan peran Salah sebagai panutan di dalam dan luar lapangan.
Situasi Grup G semakin menarik setelah Selandia Baru juga bermain imbang 2-2 melawan Iran di California. Hasil tersebut membuat posisi grup masih terbuka lebar, dan kemenangan pada laga Minggu akan menjadi modal berharga untuk melaju ke babak 16 besar. Hassan menekankan bahwa ambisi timnya tidak hanya untuk Mesir, tetapi juga untuk mewakili sepak bola Afrika.
โKami ingin menunjukkan bakat yang dimiliki, bukan sebagai sesuatu yang baru, tetapi sebagai tradisi yang telah dimiliki skuad Afrika dari generasi ke generasi,โ kata Hassan. โKami bermain imbang di laga pertama dan sekarang kami ingin menang. Ini adalah ambisi rakyat Mesir, sepak bola Mesir, dan juga sepak bola Afrika.โ
Bagi Indonesia, perjuangan Mesir di Piala Dunia ini bisa menjadi cerminan pentingnya manajemen konflik internal tim. Di tengah tekanan tinggi, kemampuan pelatih menjaga keharmonisan skuad dan mengelola ekspektasi publik menjadi kunci. Kisah Hassan dan Salah mengingatkan bahwa di balik gemerlap turnamen, dinamika ruang ganti sering kali menentukan hasil akhir.
Pertandingan melawan Selandia Baru akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Mesir. Apakah Hassan mampu membuktikan bahwa isu keretakan hanyalah rumor belaka, atau justru akan menjadi bumerang? Satu hal yang pasti, kedua tim sama-sama haus akan kemenangan perdana yang bisa mengubah sejarah mereka di Piala Dunia.



