Leeds Berburu Harry Wilson: Rekrutan Gratis Berkelas Premier League
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan 'putus asa' mendatangkan Harry Wilson dari Fulham dengan status bebas transfer setelah pemain Wales itu menolak perpanjangan kontrak.
- Wilson, yang mencetak 10 gol dan 7 assist musim lalu, dianggap sebagai rekrutan bernilai tinggi seperti Dominic Calvert-Lewin yang sukses besar di Leeds.
- Kesepakatan ini bisa menjadi gebrakan bursa transfer musim panas, mengingat Wilson masih berusia 29 tahun dan memiliki pengalaman Premier League.

Leeds United dikabarkan tengah berupaya keras mengamankan tanda tangan Harry Wilson, pemain sayap Fulham yang kontraknya akan habis dalam waktu dekat. Klub asuhan Daniel Farke itu disebut-sebut 'putus asa' untuk memboyong pemain internasional Wales tersebut ke Elland Road, setelah negosiasi yang berlangsung intensif dengan agen sang pemain.
Menurut laporan TEAMtalk, Leeds masih dalam pembicaraan 'berkelanjutan' untuk Wilson dan Julian Brandt dari Borussia Dortmund. Namun, Wilson menjadi prioritas utama karena statusnya yang akan bebas transfer setelah menolak tawaran perpanjangan kontrak dari Fulham. Jurnalis James Marshment mengonfirmasi bahwa Leeds berada dalam posisi yang 'baik' untuk menyelesaikan kesepakatan, setelah mengadakan 'pembicaraan ekstensif' dengan perwakilan Wilson.
Keputusan Wilson untuk hengkang dari Craven Cottage bukanlah tanpa alasan. Musim lalu, ia mencatatkan performa terbaiknya di Premier League dengan torehan 10 gol dan 7 assist dari 187 penampilan bersama Fulham. Kemampuannya mencetak gol dari luar kotak penalti—tiga dari sepuluh golnya musim lalu lahir dari jarak jauh—menjadikannya ancaman konstan bagi pertahanan lawan. Seorang podcaster Wales bahkan menyebutnya sebagai "salah satu pemain terbaik Premier League".
Strategi Leeds mendatangkan pemain dengan status bebas transfer bukanlah hal baru. Musim lalu, mereka sukses merekrut Dominic Calvert-Lewin tanpa biaya, dan sang striker membalas kepercayaan itu dengan 14 gol di Premier League—hanya kalah dari Ollie Watkins dan Morgan Gibbs-White di antara pemain Inggris. Keberhasilan Calvert-Lewin membuktikan bahwa merekrut pemain berpengalaman dengan harga murah bisa menjadi langkah cerdas di tengah inflasi harga pemain muda.
Wilson sendiri memiliki kemiripan perjalanan karier dengan Calvert-Lewin. Keduanya sempat mengalami masa sulit di Merseyside—Calvert-Lewin di Everton dan Wilson di Liverpool—sebelum bangkit dan membuktikan kualitasnya. Kini, Wilson berpeluang mengikuti jejak Calvert-Lewin menjadi rekrutan gratis yang sukses di Leeds. Meski usianya 29 tahun, pengalamannya di Premier League dan kemampuan teknisnya dianggap sepadan dengan risiko minimal.
Bagi Leeds, mendatangkan Wilson bukan hanya soal menambah opsi serangan, tetapi juga memberikan kedalaman skuad yang dibutuhkan untuk bersaing di papan atas. Dengan kompetisi yang ketat untuk mendapatkan tanda tangannya—termasuk dari klub-klub Premier League lainnya—Leeds harus bergerak cepat jika ingin mengamankan servis pemain yang digadang-gadang menjadi solusi kreatif di lini tengah dan sayap.
Apakah Wilson akan menjadi 'Calvert-Lewin berikutnya' di Elland Road? Atau justru menjadi bukti bahwa rekrutan gratis tidak selalu menjamin kesuksesan? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan, saat bursa transfer musim panas memasuki fase krusial.



