James Burrows, Maestro di Balik Layar 'Cheers' dan 'Friends', Tutup Usia
Baca dalam 60 detik
- Sutradara legendaris James Burrows, yang mengarahkan lebih dari 1.000 episode sitkom ikonik, meninggal di usia 85 tahun.
- Karya Burrows seperti 'Cheers', 'Friends', dan 'The Big Bang Theory' terus dinikmati generasi baru lewat platform streaming.
- Warisan Burrows tidak hanya pada tawa, tetapi juga pada pendekatan humanis yang ia tanamkan dalam dunia komedi televisi.

James Burrows, sutradara dan kreator di balik sejumlah sitkom paling berpengaruh dalam sejarah televisi Amerika, meninggal dunia pada usia 85 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak keluarga melalui pernyataan resmi yang dirilis kepada media.
Pria yang akrab disapa Jimmy itu menghembuskan napas terakhir dengan tenang, dikelilingi oleh orang-orang terkasih. Selama lebih dari lima dekade, Burrows telah mengarahkan lebih dari seribu episode dan meraih 11 penghargaan Emmy. Namanya melekat pada sederet judul legendaris: The Mary Tyler Moore Show, Taxi, Cheers, Frasier, Friends, Will & Grace, hingga The Big Bang Theory.
Di Indonesia, serial-serial ini memiliki basis penggemar setia, terutama Friends yang hingga kini masih tayang ulang di berbagai platform dan stasiun televisi. Kepergian Burrows menjadi kehilangan besar bagi industri hiburan global, namun warisannya tetap hidup melalui tayangan yang terus menemukan penonton baru.
Keluarga Burrows dalam pernyataannya mengenangnya bukan hanya sebagai sutradara legendaris, tetapi juga sebagai pribadi yang rendah hati. "Ia memiliki kemampuan langka untuk membuat setiap orang di sekitarnya merasa dihargai," tulis mereka. Burrows dikenal selalu mengingat nama setiap orang yang ditemuinya, dari kru hingga bintang tamu.
Karier Burrows dimulai sebagai asisten panggung dalam produksi Holly Golightly pada 1967. Pertemuannya dengan Mary Tyler Moore membuka jalan baginya untuk menyutradarai episode-episode The Mary Tyler Moore Show dan The Bob Newhart Show. Ia kemudian mengarahkan lebih dari 70 episode Taxi sebelum menciptakan Cheers—sebuah serial yang tidak hanya melambungkan nama Ted Danson, Woody Harrelson, dan Kelsey Grammer, tetapi juga melahirkan Frasier yang meraih banyak penghargaan.
Burrows juga menyutradarai episode percontohan Friends dan langsung merasakan chemistry kuat di antara para pemain. "Dia bilang dia tahu serial itu akan besar sejak syuting pertama," kenang salah satu kru. Keyakinannya terbukti: Friends menjadi fenomena global yang bertahan lintas generasi.
Di era streaming, serial-serial garapan Burrows terus diputar ulang dan dinikmati oleh penonton muda. Di Indonesia, Friends dan The Big Bang Theory menjadi tontonan favorit di layanan seperti Netflix dan Disney+ Hotstar. Hal ini menunjukkan bahwa formula komedi yang dibangun Burrows—mengutamakan kemanusiaan, koneksi, dan kebenaran emosional—tetap relevan.
"Komedi sejati bukan sekadar tawa, tapi tentang kemanusiaan dan kebenaran," demikian filosofi yang dipegang Burrows sepanjang kariernya. Ia meninggalkan warisan yang akan terus menginspirasi para sineas dan menghibur jutaan orang di seluruh dunia.
Burrows meninggalkan istri Debbie, empat putri, dan tujuh cucu. Sebelumnya ia menikah dengan Linda Solomon dan dikaruniai tiga anak. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah generasi baru kreator mampu meneruskan tradisi komedi cerdas yang ia rintis?
