Vinta Morgan Sebut Sue Devaney 'Keajaiban Dunia Kedelapan': Kolaborasi Emosional di Koroner Street
Baca dalam 60 detik
- Aktor Vinta Morgan memuji kemampuan akting Sue Devaney yang membawakan karakter Debbie Webster dengan begitu mendalam, hingga ia menjulukinya 'keajaiban dunia kedelapan'.
- Kisah demensia Debbie menjadi sorotan karena digarap perlahan, memberi ruang bagi penonton untuk merasakan perjalanan emosional yang kompleks antara Debbie dan Ronnie.
- Konflik baru menanti Ronnie Bailey saat ia berhadapan dengan pendatang baru Idris Nazir, yang akan menguji prinsip moralnya di tengah dinamika Weatherfield.

Vinta Morgan, pemeran Ronnie Bailey di sinetron legendaris Inggris Coronation Street, tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Sue Devaney, yang berperan sebagai Debbie Webster. Dalam wawancara terbaru dengan majalah Inside Soap, Morgan menyebut Devaney sebagai "keajaiban dunia kedelapan"โsebuah pujian langka yang mencerminkan kedalaman kerja sama mereka di tengah alur cerita yang menyentuh tentang demensia.
Sejak Debbie didiagnosis demensia pada April 2025, pasangan di layar kaca ini menjadi pusat perhatian penggemar. Morgan mengaku beruntung bisa beradu peran dengan Devaney dalam kisah yang sarat emosi ini. "Dia benar-benar luar biasa. Saya menyebutnya keajaiban dunia kedelapan! Dia adalah kebahagiaan total dalam satu pribadi," ujarnya. Bagi Morgan, bekerja dengan Devaney terasa seperti anak kecil yang antusias menunggu di toko permen, selalu penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Yang menarik, para penulis Coronation Street sengaja tidak terburu-buru dalam mengembangkan alur demensia Debbie. Morgan menilai keputusan ini memberi ruang bagi penonton untuk benar-benar larut dalam hubungan penuh cinta antara Debbie dan Ronnie, meski ada "gajah di ruangan"โsesuatu yang kelak akan mengubah arah cerita secara drastis. "Ini pengalaman yang sangat rendah hati dan memilukan bagi Ronnie. Dia tipe orang yang menghadapi semua tantangan dengan kekuatan dan keyakinan, tetapi kisah ini memperlihatkan sisi rapuhnya yang jarang terlihat," jelas aktor berusia 57 tahun itu.
Bagi penonton di Indonesia, kisah demensia di Coronation Street mungkin terasa jauh dari keseharian, tetapi isu kesehatan mental dan penyakit degeneratif semakin relevan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya dukungan bagi penderita demensia. Di Indonesia, demensia sering kali masih dianggap tabu, dan penggambaran yang humanis seperti di sinetron ini bisa menjadi cermin bagi industri hiburan lokal untuk mengangkat isu serupa dengan lebih sensitif.
Morgan juga membocorkan bahwa ke depan, penyakit Debbie akan semakin sering "menampakkan wajahnya", membawa konsekuensi yang lebih berat bagi keduanya. Debbie, yang selama ini mandiri dan tidak suka bergantung pada orang lain, kini harus belajar menerima bantuan. "Ketika Ronnie mengucapkan janji pernikahan, dia benar-benar menepatinya," tegas Morgan, mengisyaratkan kesetiaan yang akan diuji.
Di sisi lain, Morgan mengisyaratkan potensi konflik dengan karakter baru, Idris Nazir (diperankan Junade Khan). "Ronnie memiliki kompas moral yang sangat kuat dan percaya pada jalan yang benar. Jika ada situasi yang tidak beres, dia akan berjuang untuk kebenaran. Jadi, ada kemungkinan dia akan beradu argumen dengan Idris," ungkapnya. Konflik ini diprediksi akan menambah bumbu drama di Weatherfield, sekaligus menguji integritas Ronnie di tengah tekanan pribadi.
Dengan alur yang semakin kompleks, Coronation Street kembali membuktikan diri sebagai sinetron yang berani mengangkat isu sosial dengan cara yang manusiawi. Pertanyaannya, akankah penonton Indonesia mendapat tontonan serupa yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik? Atau justru kita akan terus disuguhi drama yang dangkal tanpa makna? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: kisah Debbie dan Ronnie adalah pengingat bahwa cinta sejati diuji justru saat keadaan paling sulit.



