Audrey Nuna Resmi Gabung Republic Records, Rilis Single superHuman untuk Valorant Champions Tour 2026
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi-penulis lagu asal Amerika, Audrey Nuna, kini bernaung di bawah Republic Records dan segera meluncurkan single terbaru berjudul superHuman.
- Lagu superHuman tidak hanya menjadi penanda era baru karier solonya, tetapi juga dipilih sebagai anthem resmi Valorant Champions Tour 2026 oleh Riot Games.
- Kesuksesan film animasi KPop Demon Hunters, yang turut melibatkan Nuna, mendorong Netflix untuk menggelar tur konser dunia perdana tahun depan.

Setelah setahun penuh torehan prestasi, penyanyi Audrey Nuna memulai babak baru karier solonya dengan bergabung bersama Republic Records. Langkah ini langsung ditandai dengan peluncuran single anyar bertajuk superHuman yang diproduseri oleh Cirkut, peraih Grammy, dan dijadwalkan rilis pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Keputusan Nuna untuk menandatangani kontrak dengan label raksasa itu diumumkan melalui wawancara eksklusif dengan Variety. Ia mengaku merasa terhormat bisa bermitra dengan pihak yang percaya pada investasi jangka panjang di industri musik dan budaya. "Saya merasa ini rumah yang tepat untuk mewujudkan visi kreatif saya ke depan," ujarnya.
Latar belakang Nuna sendiri cukup mentereng. Ia baru saja menyuarakan karakter Mira dalam film animasi musikal KPop Demon Hunters, yang kemudian membawanya meraih Oscar sebagai bagian dari tim Huntr/x lewat lagu orisinal Golden. Kini, dengan dukungan label baru, ia ingin mengeksplorasi arah musik yang lebih personal.
superHuman ditulis Nuna di tengah periode perubahan cepat dalam hidupnya. Ia menggambarkan lagu ini sebagai momen kejelasan setelah merasakan sorotan publik yang semakin besar. "Saya ingin menangkap perasaan penebusan, validasi, dan akhirnya keberuntungan berpihak," katanya. "Namun di saat yang sama, saya juga ingin mengingatkan diri sendiri dan orang lain untuk tetap rendah hati. Menjadi manusiawi adalah kekuatan super jika kita mengizinkannya."
Selain sebagai penanda era baru, superHuman juga mendapat keistimewaan menjadi lagu resmi untuk Valorant Champions Tour 2026. Kolaborasi dengan Riot Games ini merupakan yang kedua kalinya bagi Nuna, setelah sebelumnya ia merilis lagu berjudul Toxic pada Januari lalu. Ini menunjukkan posisinya yang semakin kuat di persimpangan antara industri musik dan dunia game.
Di sisi lain, Netflix tengah bersiap membawa fenomena KPop Demon Hunters ke panggung dunia. Pada acara Upfront 2026 di New York, Mei lalu, perusahaan streaming itu mengumumkan rencana tur konser global yang akan dimulai tahun depan. Amy Reinhard, Presiden Advertising Netflix, menyebut film ini sebagai fenomena yang belum ada tandingannya. Ia mencontohkan berbagai momen viral, mulai dari sing-along, kostum Halloween, hingga lonjakan 25 persen pemesanan tiket pesawat ke Korea.
"KPop Demon Hunters masih menjadi film terpopuler di Netflix," kata Reinhard. "Kami sangat antusias mengumumkan tur dunia pertama kami, bekerja sama dengan AEG Presents, untuk membawa penggemar lebih dekat dengan karakter dan musik yang mereka cintai." Para penggemar kini dapat mendaftar di situs kpopdemonhunterslive.com untuk mendapatkan informasi awal mengenai kota-kota yang akan dikunjungi pada 2027.
Fenomena ini tentu menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Pasar musik dan hiburan di dalam negeri selama ini dikenal responsif terhadap tren global, terutama yang berkaitan dengan K-pop dan game. Kolaborasi antara musisi seperti Audrey Nuna dengan Riot Games bisa menjadi sinyal bagi industri kreatif lokal untuk lebih berani mengeksplorasi sinergi serupa. Apakah akan ada musisi Indonesia yang menyusul jejak Nuna dengan menjadi bagian dari proyek global seperti ini? Pertanyaan itu layak dinantikan jawabannya dalam beberapa tahun ke depan.



