Leeds United Buka Negosiasi dengan Harry Wilson: Alternatif Lebih Tajam dari Julian Brandt
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan telah melakukan kontak awal dengan agen Harry Wilson untuk merekrut pemain sayap Fulham tersebut secara gratis pada bursa transfer musim panas ini.
- Wilson dianggap sebagai opsi yang lebih siap dibanding Julian Brandt karena sudah terbukti di Premier League, dengan catatan gol dan assist yang lebih baik pada musim 2025/26.
- Persaingan ketat datang dari Aston Villa dan Benfica, sehingga Leeds harus menyodorkan proposal terbaik baik dari sisi finansial maupun teknis.

Leeds United menunjukkan ambisi besar di bursa transfer musim panas ini dengan membidik dua pemain bintang berstatus bebas transfer sekaligus: Julian Brandt dari Borussia Dortmund dan Harry Wilson dari Fulham. Namun, dari kedua nama tersebut, Wilson dinilai sebagai opsi yang lebih realistis dan produktif untuk mengisi lini serang The Whites.
Menurut jurnalis Ben Jacobs, Leeds telah melakukan pendekatan awal kepada kubu Wilson untuk membahas kemungkinan kepindahan pemain internasional Wales itu ke Elland Road. Kontrak Wilson di Craven Cottage akan habis pada akhir bulan ini, membuka peluang bagi klub-klub lain untuk mendapatkannya tanpa biaya transfer. Selain Leeds, Aston Villa dan raksasa Portugal, Benfica, juga dikabarkan tertarik memboyong pemain berusia 29 tahun tersebut.
Wilson bukanlah nama asing bagi penggemar sepak bola Inggris. Sepanjang kariernya, ia telah malang melintang di Premier League dan Championship, termasuk saat dipinjamkan ke Derby County, Bournemouth, dan Fulham sebelum akhirnya dipermanenkan oleh The Cottagers. Mantan pelatihnya, Marco Silva, bahkan pernah menyebut Wilson sebagai pemain yang "luar biasa" berkat kemampuannya mencetak gol dari berbagai posisi.
Perbandingan statistik antara Wilson dan Brandt pada musim 2025/26 menunjukkan keunggulan Wilson. Pemain berkaki kiri itu mencetak tiga gol lebih banyak dan tiga assist lebih banyak dibandingkan gelandang serang Jerman tersebut di level liga. Menariknya, Wilson mencapai angka tersebut dengan expected goals (xG) yang hampir identik dengan Brandt, menandakan efisiensi penyelesaian akhir yang lebih tinggi.
Keputusan Leeds untuk mengincar Wilson juga didorong oleh kebutuhan mendesak di lini serang. Musim lalu, duet gelandang serang di belakang Dominic Calvert-Lewin—Noah Okafor dan Brenden Aaronson—hanya mampu mencetak delapan dan empat gol di Premier League. Wilson, yang musim lalu mencetak lebih banyak gol dari keduanya, diyakini bisa langsung meningkatkan produktivitas tim.
Di sisi lain, meskipun Brandt memiliki reputasi mentereng dengan 57 gol dan 70 assist dalam 307 pertandingan untuk Dortmund, ia belum pernah bermain di Premier League. Adaptasi terhadap fisik dan kecepatan sepak bola Inggris menjadi tanda tanya besar. Leeds pun harus mempertimbangkan faktor risiko tersebut, terutama karena mereka membutuhkan pemain yang siap tempur sejak awal musim.
Bagi Leeds, merekrut Wilson secara gratis bisa menjadi langkah cerdas. Selain menghemat biaya transfer, pengalamannya di Inggris membuatnya minim risiko gagal beradaptasi. Namun, persaingan dengan Aston Villa yang juga bermain di Premier League dan Benfica yang menawarkan panggung Liga Champions menjadi tantangan tersendiri. Leeds harus meyakinkan Wilson bahwa proyek jangka panjang Daniel Farke lebih menjanjikan daripada tawaran lain.
Jika berhasil, Wilson bisa menjadi rekrutan terbesar Leeds sejak Georginio Rutter dan Raphinha. Pertanyaannya, mampukah Leeds memenangkan perburuan ini di tengah gempuran klub-klub Eropa lainnya?



