Buru Gelandang Rp2 Triliun, Tottenham Bersaing dengan Manchester United
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dan Manchester United saling kejar untuk mendapatkan Sandro Tonali, gelandang Newcastle United yang dibanderol £100 juta.
- Pelatih Roberto De Zerbi menjadi motor utama perburuan Tonali, yang dinilai sebagai sosok kunci untuk merevitalisasi lini tengah Spurs yang tumpul.
- Jika berhasil direkrut, Tonali diharapkan menjadi penerus Mousa Dembele yang legendaris, membawa keseimbangan dan ketangguhan yang hilang sejak kepergian pemain Belgia itu.

Persaingan merebut gelandang Sandro Tonali memanas setelah Tottenham Hotspur dan Manchester United sama-sama menunjukkan minat serius pada pemain Newcastle United tersebut. Jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa kedua klub Premier League telah melakukan pendekatan awal, dengan harga banderol mencapai £100 juta atau setara lebih dari Rp2 triliun.
Bagi Tottenham, langkah ini bukan sekadar belanja pemain, melainkan upaya fundamental memperbaiki sektor yang selama ini menjadi titik lemah. Sejak ditinggal Mousa Dembele pada 2019, lini tengah Spurs kehilangan sosok yang mampu memadukan elegansi bertahan dan distribusi bola. Gelandang-gelandang seperti Pierre-Emile Hojbjerg atau Yves Bissouma belum mampu mengisi kekosongan tersebut secara utuh.
Roberto De Zerbi, yang mengambil alih kursi pelatih pada Maret lalu, menjadikan Tonali sebagai prioritas utama. Pelatih asal Italia itu percaya bahwa rekan senegaranya tersebut bisa menjadi fondasi permainan yang ia inginkan: transisi cepat, pressing tinggi, dan kontrol lini tengah. “De Zerbi memimpin perburuan untuk rekan senegaranya,” tulis Romano dalam laporannya.
Namun, Manchester United tidak tinggal diam. Setan Merah juga membutuhkan gelandang bertahan setelah performa lini tengah mereka inkonsisten musim lalu. Persaingan ini diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat kedua klub memiliki daya tarik dan ambisi yang seimbang. Tonali sendiri dikabarkan terbuka untuk pindah ke Tottenham setelah pembicaraan awal berlangsung positif.
Menariknya, Tonali bukan tipikal gelandang yang bersinar lewat data statistik mentah. Ia tidak sekreatif Bruno Guimaraes atau seintens Joelinton di Newcastle. Namun, kemampuannya membaca permainan, tekel keras, dan mobilitas tinggi membuatnya dianggap sebagai “kuda kerja sekaligus maestro”. Gaya bermain inilah yang mengingatkan banyak pihak pada Dembele, yang oleh Mauricio Pochettino pernah disebut sebagai “jenius”.
Dalam 249 penampilan untuk Tottenham, Dembele hanya mencetak 10 gol dan 11 assist—angka yang biasa-biasa saja. Namun, kontribusinya dalam mengatur ritme dan melindungi pertahanan tidak tergantikan. Tonali, dengan profil serupa, diharapkan bisa mengulangi peran tersebut di bawah arahan De Zerbi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub besar Eropa rela mengeluarkan dana besar demi satu pemain yang dianggap kunci. Di tengah dominasi Liga Inggris yang kian kompetitif, keputusan Tottenham atau Manchester United merekrut Tonali bisa menjadi pembeda antara finis di zona Eropa atau sekadar papan tengah.
Pertanyaan besarnya: mampukah Tottenham mengalahkan Manchester United dalam perburuan ini? Atau justru Newcastle yang akhirnya bertahan dengan mempertahankan sang gelandang? Jawabannya akan menentukan arah kebijakan transfer kedua klub dalam beberapa pekan ke depan.



