Newcastle Alihkan Target ke Bintang Piala Dunia Yasin Ayari Setelah Gagal Dapatkan Victor Munoz
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United mengincar gelandang Swedia Yasin Ayari sebagai prioritas utama setelah gagal merekrut Victor Munoz yang dibajak Liverpool.
- Ayari, yang bersinar di Piala Dunia 2026 bersama Swedia, dibanderol Brighton mulai Β£20 juta dan dinilai lebih cocok untuk sistem Eddie Howe.
- Potensi kepergian Sandro Tonali ke Manchester United atau Tottenham membuat Newcastle butuh pengganti sepadan di lini tengah.

Newcastle United kembali menghadapi kenyataan pahit di bursa transfer setelah Liverpool membajak target utama mereka, Victor Munoz dari Osasuna, pada menit-menit akhir. Kekalahan ini memaksa manajer Eddie Howe untuk segera mengalihkan fokus ke opsi lain, dan nama Yasin Ayari muncul sebagai prioritas baru.
Menurut laporan Football Insider, Newcastle berencana mendekati Brighton & Hove Albion untuk merekrut Ayari, gelandang Swedia yang tengah tampil impresif di Piala Dunia 2026. Musim panas lalu, Brighton memasang banderol Β£20 juta untuk pemain berusia 22 tahun itu, namun nilai tersebut diperkirakan melonjak seiring penampilannya di panggung terbesar sepak bola.
Ayari bukanlah nama asing di Premier League. Ia telah menjadi pemain konsisten bagi Brighton selama setahun terakhir, tetapi namanya benar-benar melejit setelah mencetak dua gol brilian saat Swedia mengalahkan Tunisia di fase grup Piala Dunia. Meski Swedia kemudian dihancurkan Belanda 5-1, Ayari tetap menunjukkan kualitasnya dengan menciptakan dua peluang, memenangi empat duel, dan sukses dalam tiga tekel. Analis Bence Bocsak bahkan menjulukinya sebagai "gelandang yang sangat underrated".
Kebutuhan Newcastle akan pemain tengah baru semakin mendesak karena masa depan Sandro Tonali belum jelas. Manchester United dan Tottenham Hotspur dikabarkan siap menampung gelandang Italia tersebut. Jika Tonali hengkang, Howe harus segera mendatangkan pengganti yang setara. Ayari, dengan gaya bermain all-action dan kemampuannya berduel serta menguasai bola, dinilai cocok untuk berduet dengan kapten Bruno Guimaraes di lini tengah Newcastle.
Dibandingkan Munoz yang hanya mencetak enam gol di La Liga musim lalu, Ayari menawarkan fleksibilitas lebih. Ia bisa bermain sebagai gelandang box-to-box, gelandang bertahan, atau bahkan gelandang serang. Kemampuannya beradaptasi dengan sistem Howe menjadi nilai tambah, apalagi ia sudah terbiasa dengan kerasnya Premier League. Newcastle masih perlu merekrut pemain sayap kelas atas, namun prioritas jangka pendek adalah memperkuat lini tengah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle ini menarik untuk diikuti. Dengan potensi kepergian Tonali, Ayari bisa menjadi bintang baru di St. James' Park. Pertanyaannya, mampukah Newcastle mengamankan tanda tangannya di tengah persaingan ketat bursa transfer? Ataukah sejarah akan terulang, dengan klub lain yang kembali membajak target mereka?



