Pujian Jerry Lewis Jadi Momen Puncak Karier Engelbert Humperdinck
Baca dalam 60 detik
- Engelbert Humperdinck mengaku pujian dari Jerry Lewis sebagai salah satu momen terbaik dalam kariernya.
- Sebelum terkenal, penyanyi 90 tahun ini mengandalkan impresi komedian AS untuk menghibur penonton klub di Inggris.
- Kisah ini mengingatkan betapa besarnya pengaruh budaya pop Amerika terhadap musisi lintas generasi, termasuk di Indonesia.

Penyanyi legendaris Engelbert Humperdinck, yang kini berusia 90 tahun, mengungkapkan bahwa pujian langsung dari komedian ikonik Jerry Lewis merupakan salah satu pencapaian paling berkesan sepanjang kariernya. Dalam wawancara terbaru dengan program Nostalgia Tonight bersama Joe Sibilia, Humperdinck menceritakan bagaimana Lewis memuji kemampuannya menirukan gaya sang komedian.
Menurut Humperdinck, pujian itu datang saat ia akhirnya bertemu langsung dengan Lewis, yang meninggal pada 2017 di usia 91 tahun. “Dia bilang, ‘Eng, kamu melakukan impresi terbaik tentang diriku yang pernah kudengar seumur hidupku.’ Itu sungguh luar biasa,” kenang pelantun Release Me itu. Bagi Humperdinck, pujian tersebut terasa istimewa karena ia telah lama mengagumi dan mempelajari gaya Lewis sejak kecil.
Humperdinck mengaku bahwa sebelum namanya meledak di industri musik, ia kerap mengandalkan impresi komedian Amerika seperti Jerry Lewis, Dean Martin, dan Sammy Davis Jr. saat tampil di klub-klub kecil di Inggris. “Saya mulai karier di klub-klub kecil, dan karena belum punya lagu hits, saya harus melakukan sesuatu yang lain. Saya mulai meniru Jerry, Dean, dan Sammy,” ujarnya. Strategi itu terbukti efektif untuk menarik perhatian penonton sebelum ia merilis singel pertamanya.
Kisah ini juga mengungkap fakta menarik tentang perjalanan karier Humperdinck. Lahir dengan nama Arnold Dorsey, ia sempat menggunakan nama panggung Gerry Dorsey sebagai bentuk penghormatan kepada Jerry Lewis. Namun, nama itu tak membawa keberuntungan. Manajernya, Gordon Mills, kemudian mengganti namanya menjadi Engelbert Humperdinck—nama yang diambil dari komposer opera Jerman—dan langsung membuatnya mendapatkan kontrak dengan Decca Records. “Tak ada yang memanggil saya dengan nama asli lagi, bahkan keluarga saya pun ikut menggunakan nama baru untuk menjaga persona,” kata Humperdinck dalam wawancara tahun 2024 saat tampil di Afrika Selatan.
Bagi penggemar musik di Indonesia, kisah Humperdinck mengingatkan pada besarnya pengaruh budaya pop Amerika terhadap musisi lokal. Banyak penyanyi Indonesia era 1960-1970-an juga mengadopsi gaya bernyanyi atau panggung dari idola mereka di luar negeri. Fenomena ini menunjukkan bahwa apresiasi terhadap seni lintas batas telah lama menjadi bagian dari industri hiburan Tanah Air.
Humperdinck, yang telah menjual jutaan kopi album di seluruh dunia, tetap aktif tampil hingga kini. Lagu Release Me yang dirilis pada 1967 menjadi salah satu singel terlaris sepanjang masa dan bahkan berhasil mencegah lagu The Beatles, Penny Lane/Strawberry Fields Forever, menduduki posisi pertama di tangga lagu Inggris. Prestasi ini menegaskan posisinya sebagai salah satu ekspor musik Inggris yang paling abadi.
Ke depan, momen seperti ini akan terus menjadi pengingat bahwa hubungan personal antara seniman bisa melampaui popularitas dan angka penjualan. Akankah ada lagi pujian sekelas itu yang mampu mengubah arah karier seorang musisi?
