Jepang Pesta Gol ke Gawang Tunisia, Laga Bersejarah Piala Dunia ke-1.000
Baca dalam 60 detik
- Tim Samurai Blue menang telak 4-0 atas Tunisia dalam laga yang menjadi partai ke-1.000 sepanjang sejarah Piala Dunia.
- Kemenangan ini memutus kutukan Jepang di laga kedua Piala Dunia yang digelar di luar negeri, setelah enam kali gagal sebelumnya.
- Jepang kini mengoleksi empat poin dan hanya butuh hasil imbang di laga pamungkas melawan Swedia untuk lolos ke babak 32 besar.

Pertandingan ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia berlangsung bersejarah. Jepang sukses membantai Tunisia dengan skor telak 4-0 di Stadion Monterrey, Meksiko, Sabtu (21/6) waktu setempat. Laga yang menjadi milestone tersebut sekaligus mengukuhkan posisi Samurai Blue di puncak klasemen Grup F.
Ayase Ueda menjadi bintang dengan dua golnya, sementara Daichi Kamada dan Junya Ito masing-masing menyumbang satu gol. Kemenangan ini membawa Jepang naik ke empat poin dari dua pertandingan, unggul selisih gol atas Belanda yang juga mengoleksi angka sama. Swedia tertahan di tiga poin, sedangkan Tunisia masih nihil.
Bagi Jepang, kemenangan ini punya arti lebih dari sekadar tiga poin. Tim asuhan Hajime Moriyasu akhirnya memutus kutukan laga kedua di Piala Dunia yang digelar di luar negeri. Sebelumnya, dalam enam edisi Piala Dunia di luar Jepang, mereka selalu kalah di pertandingan kedua. Satu-satunya kemenangan di fase grup kedua terjadi saat menjadi tuan rumah bersama Korea Selatan pada 2002.
Laga ini juga menjadi catatan manis bagi sepak bola Asia. Jepang menunjukkan permainan efisien dan disiplin, mengontrol penguasaan bola dan memanfaatkan peluang dengan baik. Dukungan 51.243 penonton di stadion Meksiko turut menyemarakkan atmosfer pertandingan.
Di sisi lain, Belanda juga tampil perkasa dengan menghajar Swedia 5-1 pada laga sebelumnya. Hasil itu membuat Belanda memimpin grup berkat keunggulan produktivitas gol. Sementara Swedia harus puas di peringkat ketiga dengan tiga poin, dan Tunisia terpuruk di dasar klasemen tanpa poin.
Bagi Indonesia, performa Jepang ini bisa menjadi tolok ukur perkembangan sepak bola Asia. Timnas Indonesia yang tengah berbenah di bawah PSSI tentu bisa belajar dari konsistensi dan mentalitas Jepang di panggung dunia. Apalagi, Indonesia bercita-cita tampil di Piala Dunia pada masa mendatang.
Jepang akan menghadapi Swedia pada laga pamungkas Grup F, Kamis (26/6). Hasil imbang sudah cukup bagi Samurai Blue untuk memastikan tiket ke babak 32 besar. Sementara Belanda akan berhadapan dengan Tunisia yang sudah tak berpeluang lolos. Pertanyaan besarnya: mampukah Jepang mempertahankan performa dan melaju lebih jauh di turnamen ini?



