Mbappe-Olise: Duo Baru Prancis yang Mulai Menunjukkan Taringnya
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappe dan Michael Olise menciptakan satu gol brilian saat Prancis mengalahkan Senegal 3-1 di laga perdana Piala Dunia 2026.
- Pelatih Didier Deschamps memuji peran Olise di lini tengah yang memberikan kohesi lebih bagi Les Bleus.
- Kedua pemain menunjukkan pemahaman yang berkembang, baik di dalam maupun luar lapangan, mengingatkan pada duet legendaris masa lalu.

Kylian Mbappe dan Michael Olise mulai menunjukkan sinergi yang menjanjikan saat Prancis membuka kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Senegal, Selasa (22/6) waktu setempat. Satu momen brilian di babak kedua menjadi bukti awal bahwa duet ini berpotensi menjadi ikon baru sepak bola Prancis.
Dalam pertandingan Grup I yang berlangsung di Philadelphia, Senegal tampil disiplin dan sulit ditembus sepanjang babak pertama. Namun, segalanya berubah ketika Mbappe melakukan lari terobosan ke belakang pertahanan lawan. Olise, yang baru dimasukkan pada awal babak kedua, membaca pergerakan kapten Prancis itu dan melepaskan umpan terobosan presisi yang membelah barisan belakang Senegal. Mbappe dengan tenang menaklukkan kiper Edouard Mendy untuk membuka keunggulan.
Gol tersebut bukan sekadar aksi individu, melainkan cerminan pemahaman yang mulai terbangun di antara kedua pemain. Pelatih Didier Deschamps mengakui perubahan taktis dengan menempatkan Olise di tengah memberikan dampak signifikan. "Kami jauh lebih baik di babak kedua dengan Michael bermain di tengah. Itu memberi kami kohesi lebih," ujar Deschamps seusai laga. "Michael bisa bermain di kedua sisi, tetapi semakin sering dia memegang bola, semakin baik permainan kami."
Statistik mencatat bahwa Prancis menciptakan lebih banyak peluang berbahaya setelah Olise turun ke lapangan. Selain assist untuk Mbappe, pemain Bayern Munich itu juga terlibat dalam skema gol kedua Prancis. Beberapa peluang lain gagal dimaksimalkan, tetapi intensitas kerja sama keduanya terus meningkat seiring pertandingan berjalan.
Di luar lapangan, Mbappe mengaku telah menjalin kedekatan khusus dengan Olise. Sang kapten, yang kini berusia 28 tahun, mengambil peran sebagai mentor bagi pemain 24 tahun tersebut. "Saya sangat menyukainya. Dia bukan tipe yang banyak bicara, tapi sangat menyenangkan. Dia pemain luar biasa dan kami beruntung memilikinya," kata Mbappe dalam wawancara sebelum turnamen. Olise, yang dikenal pendiam, lebih suka berbicara melalui aksinya di lapangan.
Duet ini mengingatkan pada pasangan legendaris Prancis seperti Raymond Kopa dan Just Fontaine, atau bahkan duet internasional seperti Johan Cruyff dan Johan Neeskens. Namun, Deschamps enggan terburu-buru membandingkan. "Ini baru awal. Turnamen masih panjang dan kami harus terus berkembang," tegasnya.
Prancis akan menghadapi Irak pada pertandingan kedua, Senin (28/6) mendatang. Jika duet Mbappe-Olise terus menunjukkan perkembangan, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi kunci bagi Les Bleus untuk melaju jauh di Piala Dunia edisi kali ini. Pertanyaannya, bisakah mereka mempertahankan konsistensi dan membawa pulang trofi kedua setelah 2018?



