Ipswich Town Tolak O'Neil, Incar Solskjaer sebagai 'McKenna Baru'
Baca dalam 60 detik
- Ipswich Town dikabarkan mengalihkan target pelatih dari Gary O'Neil ke Ole Gunnar Solskjaer setelah Kieran McKenna hengkang.
- Data menunjukkan O'Neil kerap dipecat setelah musim pertama meski selamat dari degradasi, sementara Solskjaer punya rekam jejak top-three di Premier League.
- Solskjaer dinilai bisa membawa ambisi lebih tinggi daripada sekadar bertahan, mirip dengan efek Regis Le Bris di Sunderland.

Ipswich Town harus mencari pengganti Kieran McKenna yang memutuskan hengkang jelang kembalinya mereka ke Premier League. Klub yang baru promosi dari Championship itu kini dihadapkan pada pilihan krusial: merekrut Gary O'Neil yang disebut sebagai kandidat utama, atau beralih ke Ole Gunnar Solskjaer yang dinilai lebih tepat untuk membawa tim ke level berikutnya.
McKenna, mantan asisten pelatih Manchester United, sukses membawa Ipswich promosi ke Premier League musim lalu setelah finis kedua di Championship. Namun, mereka langsung terdegradasi pada musim 2024/25 bersama Leicester City dan Southampton. Keunikan Ipswich adalah mereka menjadi satu-satunya dari tiga tim tersebut yang langsung promosi kembali ke Premier League. Kini, tanpa McKenna, manajemen harus bergerak cepat untuk mengisi kursi pelatih yang kosong.
Gary O'Neil, yang saat ini menangani Strasbourg, disebut-sebut sebagai kandidat terdepan. Namun, analisis data menunjukkan bahwa catatan O'Neil di Premier League tidak sekuat yang terlihat. Ia berhasil menjaga Bournemouth dan Wolves tetap bertahan di musim pertamanya, tetapi kedua klub tersebut memecatnya sebelum musim kedua berakhir. Lebih lanjut, penggantinya di kedua klub berhasil meraih posisi yang lebih baik di klasemen akhir. O'Neil sendiri dipecat Wolves setelah hanya meraih 5 kemenangan dari 16 pertandingan awal musim 2024/25, sebuah tren yang sudah diperkirakan berdasarkan metrik ekspektasi gol yang buruk.
Ole Gunnar Solskjaer, yang pernah bekerja sama dengan McKenna di Manchester United, menjadi alternatif yang menarik. Pelatih asal Norwegia itu memiliki pengalaman panjang di Premier League, baik sebagai pemain maupun manajer. Ia menangani Manchester United dari 2018 hingga 2021, dengan catatan finis di posisi ketiga dan kedua di dua musim penuhnya. Menariknya, setelah Solskjaer dipecat, butuh waktu hingga musim 2025/26 bagi Setan Merah untuk kembali ke posisi tiga besar. Solskjaer juga mendapat pujian dari para pemain senior seperti Harry Maguire yang menyebutnya "underappreciated" dan Cristiano Ronaldo yang memujinya sebagai "manusia luar biasa".
Bagi Ipswich, kehadiran Solskjaer bisa menjadi suntikan moral dan ambisi. Ia dikenal sebagai pelatih yang tidak puas hanya dengan bertahan di papan bawah. Seperti yang terjadi pada Sunderland bersama Regis Le Bris, yang mampu mendorong tim hingga bersaing ke zona Eropa, Solskjaer diyakini bisa membawa Ipswich melampaui target sekadar bertahan. Dengan pengalaman menangani klub besar dan kemampuan memotivasi pemain, Solskjaer bisa menjadi figur yang tepat untuk membangun budaya kemenangan di Portman Road.
Keputusan Ipswich dalam memilih pelatih baru akan menentukan nasib mereka di Premier League. Apakah mereka akan mengambil risiko dengan O'Neil yang datanya kurang meyakinkan, atau memilih Solskjaer yang punya rekam jejak lebih mentereng? Yang jelas, ambisi klub tidak boleh berhenti pada target 17 besar. Dengan skuad yang sudah terbukti mampu bangkit dari degradasi, Ipswich berpotensi menjadi kejutan di musim depan jika mampu mendatangkan pelatih yang tepat.



