Persaingan Arsenal vs Tottenham Memanas: Remaja 16 Tahun Jadi Rebutan
Baca dalam 60 detik
- Tottenham dikabarkan akan merekrut winger Arsenal U-17, Kryan Thompson, sebagai respons atas rencana Arsenal membajak bek muda Spurs, Elijah Upson.
- Thompson, yang disebut sebagai talenta besar, memilih hengkang dari Arsenal setelah kontraknya habis, menambah ketegangan rivalitas kedua klub.
- Jika transfer ini terwujud, bursa transfer musim panas ini akan diwarnai saling 'curi' pemain muda antar dua raksasa London Utara.

Rivalitas Arsenal dan Tottenham Hotspur tak hanya panas di lapangan, tapi juga di meja negosiasi. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Tottenham siap membajak salah satu talenta muda Arsenal, Kryan Thompson, sebagai balasan atas rencana Arsenal merekrut bek muda Spurs, Elijah Upson. Langkah ini menandai eskalasi persaingan kedua klub dalam merebut bibit-bibit unggul sepak bola Inggris.
Menurut jurnalis Gary Ward, Thompson yang baru berusia 16 tahun telah memutuskan untuk meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan Tottenham. Pemain sayap yang memperkuat timnas Inggris U-17 itu sebelumnya dikabarkan tengah dalam negosiasi kontrak baru dengan Arsenal, namun kesepakatan tak kunjung tercapai hingga kontraknya berakhir pada akhir Juni. Fabrizio Romano, pakar transfer Eropa, sebelumnya mengonfirmasi bahwa Arsenal tengah berupaya mempertahankan Thompson, tetapi kini pemain tersebut dilaporkan lebih memilih pindah ke Tottenham Hotspur Stadium.
Keputusan Thompson tak lepas dari reputasinya sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di Inggris. Sebelum bergabung dengan Arsenal, ia sempat menimba ilmu di akademi West Ham United. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan keberaniannya menghadapi bek lawan membuatnya menonjol di level junior. Pelatih di berbagai level pengembangan memujinya sebagai pemain dengan potensi besar untuk menembus tim utama.
Bagi Tottenham, merekrut Thompson bukan sekadar balas dendam atas rencana Arsenal membajak Upson. Klub asuhan Roberto De Zerbi itu memang tengah gencar membangun ulang skuad, tak hanya di level tim utama tetapi juga akademi. Investasi besar di pemain muda dianggap sebagai strategi jangka panjang untuk bersaing di papan atas Premier League. Sebelumnya, Spurs sudah mendatangkan tiga pemain senior—Jan Paul van Hecke, Marcos Senesi, dan Andy Robertson—dengan total biaya hanya £52 juta, menunjukkan efisiensi belanja yang tinggi.
Di sisi lain, Arsenal tak tinggal diam. ESPN melaporkan bahwa The Gunners serius mengincar Upson yang menolak menandatangani kontrak profesional dengan Tottenham. Jika kedua transfer jadi terealisasi, bursa transfer musim panas ini akan mencatat fenomena langka: dua rival sengit saling mengambil pemain muda potensial di jendela yang sama. Situasi ini menambah bumbu persaingan yang sudah panas antara kedua kubu.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, rivalitas Arsenal vs Tottenham selalu menarik diikuti. Kedua klub memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Persaingan merebut pemain muda seperti Thompson dan Upson mengingatkan pada fenomena perburuan talenta muda di Liga 1 Indonesia, di mana klub-klub besar saling berebut bibit unggul dari akademi lawan. Namun, skala dan dampaknya tentu berbeda karena menyangkut pemain yang sudah berlabel timnas Inggris U-17.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: apakah langkah Tottenham merekrut Thompson akan membuat Arsenal semakin agresif memburu Upson? Atau justru sebaliknya, kedua klub akan mencapai kompromi? Yang jelas, persaingan London Utara tak akan pernah redup, baik di atas lapangan maupun di meja negosiasi transfer.



