Kebiasaan Bersih-bersih Suporter Jepang di Stadion Piala Dunia: Antara Pujian dan Kritik di Dalam Negeri
Baca dalam 60 detik
- Suporter Jepang yang membersihkan stadion Piala Dunia menuai kritik domestik karena dianggap munafik: rajin di luar negeri namun minim membantu pekerjaan rumah tangga.
- Data OECD 2021 menunjukkan perempuan Jepang menghabiskan lebih dari tiga jam per hari untuk kerja tak berbayar, lima kali lipat dibanding pria yang hanya 47 menit.
- Perdebatan ini menyoroti ketimpangan gender dalam pembagian tugas domestik di Jepang, sekaligus memicu diskusi tentang konsistensi perilaku publik dan privat.

Kebiasaan suporter sepak bola Jepang yang membersihkan stadion seusai pertandingan Piala Dunia telah lama menuai pujian global. Namun, di dalam negeri, aksi tersebut justru memicu gelombang kritik yang menyoroti ketimpangan peran gender dalam rumah tangga.
Foto-foto suporter Jepang memunguti sampah di tribun stadion yang beredar pekan ini menjadi pemicu. Banyak warganet menilai ada standar ganda: para pria yang rajin membersihkan tempat umum, namun di rumah justru meninggalkan beban domestik pada istri mereka. Sebuah poster viral di media sosial memperlihatkan kontras antara seorang pria memungut sampah di stadion dengan pria yang sama bersantai di sofa sementara istrinya mencuci piring. Poster itu menyerukan agar pria Jepang lebih banyak berkontribusi di rumah, mengingat waktu yang mereka habiskan untuk pekerjaan rumah tangga termasuk yang terpendek di dunia.
Unggahan tersebut telah disukai lebih dari 60.000 kali di platform X. Komentar pun berdatangan, salah satunya mengutip penulis Amerika PJ O'Rourke: "Semua orang ingin menyelamatkan dunia, tapi tak ada yang mau membantu ibu mencuci piring." Warganet lain menulis, "Mungkin di antara para pemungut sampah itu ada yang meninggalkan istri di rumah mengurus anak kecil demi menonton Piala Dunia."
Kebersihan dan kebiasaan merapikan tempat umum memang sudah mendarah daging dalam budaya Jepang. Namun, dalam hal pekerjaan rumah tangga, pria Jepang menempati peringkat terendah di antara negara maju. Data Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) tahun 2021 menunjukkan perempuan Jepang menghabiskan lebih dari tiga jam per hari untuk kerja tak berbayarโlebih dari lima kali lipat dibanding pria yang hanya 47 menit. Kesenjangan ini semakin tajam pada keluarga muda. Survei pemerintah tahun 2021 mengungkapkan bahwa dalam rumah tangga dengan dua pencari nafkah dan anak di bawah enam tahun, perempuan menghabiskan lebih dari tujuh jam sehari untuk pekerjaan rumah tangga, sementara pria kurang dari dua jam.
Kritik juga datang dari mereka yang mempertanyakan konsistensi: membersihkan sampah di luar negeri, namun di Jepang sendiri, tempat-tempat umum sering kali dipenuhi sampah setelah acara besar. "Di mana malunya? Lebih baik daripada berita yang mengatakan 'orang Jepang membuang sampah sembarangan di luar negeri,'" tulis seorang warganet membela aksi bersih-bersih tersebut. Perdebatan ini menunjukkan bahwa meskipun aksi bersih-bersih stadion patut diapresiasi, isu kesetaraan gender di rumah tangga Jepang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Fenomena ini juga menarik perhatian di Indonesia, di mana budaya gotong royong dan kebersihan tempat umum sering didengungkan, namun pembagian kerja domestik masih timpang. Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2022 menunjukkan perempuan Indonesia menghabiskan rata-rata 3,5 jam per hari untuk pekerjaan rumah tangga, sementara pria hanya 1,5 jam. Kisah suporter Jepang ini bisa menjadi cermin bagi masyarakat Indonesia untuk merefleksikan konsistensi antara perilaku publik dan privat, serta mendorong diskusi tentang pembagian peran yang lebih adil di rumah.
Ke depannya, apakah kebiasaan bersih-bersih stadion ini akan terus berlanjut tanpa perubahan signifikan di ranah domestik? Atau justru kritik ini menjadi momentum bagi pria Jepang untuk mulai 'membersihkan' rumah mereka sendiri? Pertanyaan ini layak dijawab, tidak hanya oleh Jepang, tetapi juga oleh negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa.



