Kemenangan Bersejarah Kanada Diwarnai Cedera Parah Ismael Kone
Baca dalam 60 detik
- Kanada menang telak 6-0 atas Qatar di Piala Dunia 2026, mengamankan kemenangan pertama mereka di turnamen setelah 40 tahun.
- Namun, euforia terusik cedera serius yang dialami gelandang Ismael Kone akibat tekel keras pemain Qatar, yang berujung kartu merah.
- Pelatih Jesse Marsch memuji semangat tim yang tetap fokus mencetak tiga gol tambahan, sementara Kone dirawat di rumah sakit.

Kanada akhirnya mencatatkan kemenangan perdana di Piala Dunia setelah menunggu 40 tahun, namun pesta di Vancouver Stadium berubah menjadi duka ketika gelandang Ismael Kone mengalami cedera parah akibat tekel brutal pemain Qatar, Assim Madibo.
Dalam laga yang berlangsung Kamis (20/6) waktu setempat, Kanada tampil dominan sejak awal dan unggul 3-0 saat babak kedua baru berjalan delapan menit. Kone, yang baru menerima bola, dihantam tekel dari belakang oleh Madibo hingga kakinya patah. Wasit langsung menghentikan pertandingan, dan keributan sempat terjadi di antara kedua tim. Madibo pun diganjar kartu merah langsung.
Meski kesakitan, Kone sempat mengacungkan jempol ke arah penonton saat ditandu keluar lapangan. Pelatih Jesse Marsch mengungkapkan bahwa pemain berusia 24 tahun itu dalam kondisi sadar dan bahkan mencoba menenangkan rekan setimnya. "Dia melambai ke arah penonton, seolah ingin membuat semua orang tenang. Itu menunjukkan karakter luar biasa dari Ismael dan tim ini," ujar Marsch seusai pertandingan.
Setelah insiden tersebut, Kanada justru semakin termotivasi. Nathan Saliba, pengganti Kone, mencetak gol keempat dan mengangkat jersey rekannya sebagai penghormatan. Marsch pun tak kuasa menahan air mata saat jeda hidrasi. "Saya katakan di jeda bahwa Ismael pasti ingin kita menyelesaikan pertandingan ini. Dan itulah yang dilakukan para pemain," tambah Marsch.
Marsch mengonfirmasi bahwa Kone telah dilarikan ke rumah sakit. Menariknya, Madibo sempat datang ke ruang ganti Kanada untuk meminta maaf. "Saya tidak berpikir dia sengaja melakukan tekel brutal itu. Tapi saya tidak mengerti reaksi dari bangku cadangan mereka," kata Marsch.
Kemenangan ini membawa Kanada ke puncak klasemen grup dan hanya butuh satu poin lagi untuk memastikan tempat di babak 32 besar. Pencapaian ini terasa istimewa mengingat Kanada sebelumnya tidak pernah meraih poin sekalipun di Piala Dunia hingga mereka bermain imbang 1-1 dengan Bosnia-Herzegovina di laga pembuka. Selanjutnya, Kanada akan menghadapi Swiss dan jika menang, mereka akan menjadi juara grup serta tetap bermain di kandang sendiri untuk fase gugur.
Bagi pelatih Jesse Marsch, kemenangan ini menjadi penebusan setelah dipecat Leeds United dan gagal menangani timnas Amerika Serikat. "Iming-iming terbesar adalah Piala Dunia di kandang sendiri. Tapi juga untuk mengubah sepak bola di negeri ini, menciptakan identitas bagi sepak bola Kanada. Tidak ada yang akan melupakan hari ini. Ini momen yang luar biasa bagi negara ini," ujar Marsch penuh haru.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan, Kanada kini berada di ambang sejarah. Namun, cedera Kone menjadi pengingat bahwa sepak bola tak hanya tentang kemenangan, tetapi juga solidaritas dan perjuangan di tengah tragedi.



