Dari Sassuolo ke Tottenham: Jejak Panjang De Zerbi Memburu Sandro Tonali
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan siap menggelontorkan dana lebih dari £100 juta untuk merekrut gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, pada bursa transfer musim panas ini.
- Ketertarikan manajer Spurs, Roberto De Zerbi, terhadap Tonali bukanlah hal baru; ia telah memantau pemain Italia itu sejak masa kepelatihannya di Sassuolo.
- Kehadiran Tonali diyakini akan menjadi fondasi utama proyek De Zerbi di Tottenham, meskipun Newcastle United enggan melepas pemain kuncinya dengan harga murah.

Manajer Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, kembali menunjukkan ambisinya di bursa transfer dengan menjadikan Sandro Tonali sebagai target utama. Gelandang Newcastle United itu diyakini menjadi kepingan terakhir yang dibutuhkan De Zerbi untuk menyempurnakan skuadnya musim depan. Namun, harga selangit yang dipasang The Magpies menjadi batu sandungan terbesar.
Menurut laporan Fabrizio Romano, Spurs telah mengidentifikasi Tonali sebagai prioritas setelah menyelesaikan transfer Jan Paul van Hecke senilai £52 juta. Klub asal London Utara itu bahkan dikabarkan siap menawar lebih dari £100 juta—sebuah angka yang menunjukkan betapa seriusnya mereka menginginkan pemain berusia 24 tahun tersebut. Langkah ini juga menegaskan pengaruh besar De Zerbi dalam menentukan strategi belanja klub.
Ketertarikan De Zerbi terhadap Tonali ternyata sudah berlangsung lama. Jauh sebelum keduanya berkarier di Premier League, pelatih asal Italia itu sudah mengagumi bakat Tonali sejak masa kepelatihannya di Sassuolo. BBC melaporkan bahwa De Zerbi telah mengidentifikasi Tonali sebagai pemain potensial yang bisa menjadi bintang, bahkan saat ia masih menanjak di Serie A. Bagi De Zerbi, Tonali bukanlah sekadar pemain yang sedang naik daun, melainkan proyek jangka panjang yang telah ia pantau selama bertahun-tahun.
Di mata De Zerbi, Tonali memiliki kombinasi langka antara kemampuan teknis, ketenangan di bawah tekanan, dan disiplin bertahan. Gelandang Newcastle itu dianggap mampu mengatur tempo permainan dan menjadi jembatan antara lini belakang dan depan. Legenda Manchester United, Paul Scholes, bahkan pernah menyebut Tonali bisa menjadi gelandang yang lebih baik dari Declan Rice—pujian yang tidak datang sembarangan.
Namun, Newcastle United tidak akan melepas Tonali dengan mudah. Klub asal Tyneside itu tahu betul nilai sang pemain, terutama setelah ia menjadi pilar penting di lini tengah mereka. Harga £100 juta yang beredar bukanlah angka yang mengada-ada, mengingat Tonali masih berusia 24 tahun dan memiliki kontrak jangka panjang. Apalagi, Newcastle sendiri tengah membangun proyek ambisius di bawah kepemilikan baru mereka.
Meski begitu, Tottenham tampaknya tidak gentar. Sumber internal menyebutkan bahwa Tonali secara pribadi tertarik pindah ke Tottenham Hotspur Stadium, terutama karena faktor De Zerbi yang dianggapnya sebagai pelatih ideal untuk mengembangkan karier. Keinginan pemain bisa menjadi faktor penentu, apalagi jika Newcastle gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana seorang manajer bisa membangun tim berdasarkan visi jangka panjang. De Zerbi, yang pernah menangani Brighton & Hove Albion, kini menerapkan filosofi serupa di Tottenham—memburu pemain yang sudah lama ia incar, bukan sekadar bereaksi terhadap performa musim lalu. Jika Tonali benar-benar bergabung, Spurs bisa menjadi ancaman serius bagi dominasi Manchester City dan Arsenal di Premier League.
Pertanyaan besarnya: akankah Newcastle tergoda oleh tawaran fantastis Tottenham, atau mereka akan bertahan mati-matian mempertahankan aset paling berharga mereka? Jawabannya akan menentukan peta persaingan di papan atas Inggris musim depan.